Tetangga RI Diserang Wabah Virus Nipah, Indonesia Wajib Waspada!

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
25 January 2026 17:45
Ilustrasi Anak Demam (Pixabay)
Foto: Ilustrasi Demam (Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Thailand dalam status risiko tinggi wabah virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar buah. Virus ini juga telah menyebar di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.

Mengutip Bangkok Post, ahli virologi Yong Poovorawan dari Universitas Chulalongkorn, menulis di halaman Facebook-nya pada Minggu bahwa penyakit virus Nipah pertama kali terdeteksi pada tahun 1998 dan 1999. Virus Nipah adalah wabah penyakit terbesar hingga saat ini dan sudah ditemukan di Malaysia, sebelum menyebar ke Singapura.

Pada waktu itu, ada 265 kasus yang dilaporkan dan 108 di antaranya meninggal.

Ia mengatakan, saat pertama kali ditemukan, gejala penyakit ini adalah demam tinggi dan ensefalitis (radang otak). Kelelawar buah terbukti sebagai pembawa virus Nipah. Buah yang terkontaminasi air liur kelelawar jatuh ke kandang babi. Penyakit itu kemudian menular di antara babi dan kemudian dari babi ke manusia. 

Laporan lain mengungkap virus tersebut juga mampu ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui buah segar atau jus, terutama jus yang terbuat dari kurma segar. Penyakit ini lalu menular dari manusia ke manusia.

Ahli menemukan gejala virus Nipah kini telah berubah. Gejalanya termasuk demam dan pneumonia berat.

Penyakit ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan dari babi ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh.

"Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas," tulis Prof Dr Yong.

"Meskipun risiko wabah saat ini rendah, wabah yang sebenarnya dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan ekonomi," kata Prof Dr Yong.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penurunan Angka Kelahiran di 10 Negara Terbesar Dunia, RI Termasuk


Most Popular
Features