Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Ngaku Sakit GERD: Apa Gejala-Obatnya?

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Sabtu, 24/01/2026 11:00 WIB
Foto: Lula Lahfah. (Instagram/lulalahfah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar duka datang dari selebgram Lula Lahfah yang ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Polisi mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Lula diketahui sedang dalam kondisi kurang sehat.

"Diketahui bahwa kondisi kesehatannya memang sedang kurang baik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengutip detikhealth, Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan sejumlah unggahan di akun TikTok-nya, Lula Lahfah sebelumnya sempat mengungkap kondisi kesehatannya yang menurun pada awal Januari 2026. Perempuan berusia 26 tahun itu mengaku sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.


Mengutip salah satu unggahan pada 2 Januari 2026, Lula mengaku dirinya mengalami infeksi saluran kemih, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD.

GERD, Apa Saja Gejala-Pemicunya?

Mengutip situs resmi Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, National Institutes of Health (NIH), yakni lembaga penelitian medis utama milik pemerintah AS, refluks gastroesofagus (GER) dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD) umumnya menyebabkan gejala-gejala seperti mulas, rasa nyeri dan terbakar di bagian tengah dada, di belakang tulang dada, naik dari ujung bawah tulang dada ke arah tenggorokan.

Selain itu, mengalami regurgitasi, atau isi perut yang kembali ke atas melalui kerongkongan dan masuk ke tenggorokan atau mulut. Hal itu dapat menyebabkan merasakan makanan atau asam lambung.

Namun demikian, tidak semua orang dewasa dengan GERD mengalami nyeri ulu hati atau regurgitasi. Gejala lainnya dapat meliputi nyeri, dada, mual, masalah menelan atau nyeri saat menelan, gejala komplikasi pada mulut, tenggorokan, atau paru-paru, seperti batuk kronis atau suara serak.

Jika merasakan gejala-gejala tersebut dan gejala tidak membaik dengan obat-obatan, segera temui dokter. Segeralah berobat jika merasakan nyeri dada, kehilangan nafsu makan, muntah terus-menerus, masalah menelan atau nyeri saat menelan.

Selain itu, jika ada tanda-tanda perdarahan di saluran pencernaan, seperti muntah yang mengandung darah atau terlihat seperti ampas kopi, tinja yang mengandung darah atau terlihat hitam dan keras, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Faktor penyebab GERD antara lain, kelebihan berat badan atau mengalami obesitas, sedang hamil, merokok atau menghirup asap rokok.

Beberapa obat juga dapat menyebabkan GERD atau memperburuk gejala GERD. Contohnya antara lain benzodiazepin, obat penenang yang membuat perasaan lebih tenang atau mengantuk. Lalu penghambat saluran kalsium, yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat asma, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), serta antidepresan.

Cara Menangani GERD

Bagi pengidap GERD, disarankan agar melakukan perubahan gaya hidup dan minum obat untuk mengatasi gejala refluks gastroesofagus (GER) atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan pembedahan.

Bagi yang mengalami obesitas, dapat menurunkan berat badan, meninggikan kepala saat tidur dengan meletakkan ganjal busa atau bantal tambahan di bawah kepala dan punggung atas untuk memiringkan tubuh dan mengangkat kepala dari tempat tidur 6 hingga 8 inci.

Bagi perokok, segara berhenti dan mengubah kebiasaan makan dan diet.

Penderita dapat membeli banyak obat GERD yang dijual bebas. Namun, jika Anda memiliki gejala yang tidak kunjung sembuh dengan obat-obatan yang dijual bebas, harus segera menghubungi dokter.

Nantinya, dokter dapat merekomendasikan antasida untuk meredakan mulas ringan dan gejala GER dan GERD ringan lainnya. Antasida tersedia tanpa resep. Antasida dapat membantu meringankan gejala ringan.

Meskipun demikian, tidak boleh menggunakan obat-obatan ini setiap hari atau untuk gejala yang parah, kecuali setelah mendiskusikan penggunaan antasida dengan dokter. Obat-obatan ini dapat memiliki efek samping, seperti diare atau sembelit.

Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan pembedahan jika gejala GERD tidak membaik dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan.

Fundoplikasi adalah pembedahan yang paling umum dilakukan untuk GERD. Dalam banyak kasus, operasi ini dapat memperbaiki gejala GERD dalam jangka panjang. Selama operasi, dokter bedah akan menjahit bagian atas perut di sekitar ujung kerongkongan untuk menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah dan membantu mencegah refluks.

Bedah penurunan berat badan, juga disebut bedah metabolik dan bariatrik. Jika menderita GERD dan obesitas, dokter dapat merekomendasikan operasi penurunan berat badan, paling sering operasi bypass lambung. Bedah penurunan berat badan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi gejala GERD.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Emas Cetak Rekor, Logam Mulia-Perhiasan Emas Jadi Buruan