Waktu Tidur Ideal Agar Berat Badan Tidak Naik Menurut Dokter

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
07 January 2026 17:05
Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)
Foto: Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurang tidur ternyata tidak hanya berdampak pada konsentrasi dan produktivitas, tetapi juga berkontribusi besar terhadap risiko obesitas, terutama pada kalangan remaja. Hal ini diungkapkan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Nur Aisiyah Widjaja dr Sp A(K).

Menurut Aisiyah, pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan begadang menjadi salah satu faktor tersembunyi yang mendorong peningkatan berat badan. Regulasi jam tidur pun, kata, ia, menjadi hal penting untuk diperhatikan.

"Idealnya tidur maksimal pukul 21.00, karena pada waktu tersebut hormon melatonin yang mengatur siklus tidur mulai meningkat sejak pukul 20.00. Jika tidur lewat dari jam itu, maka produksi melatonin terganggu dan digantikan oleh hormon leptin yang memicu rasa lapar dan keinginan makan, khususnya ngemil," jelasnya dikutip dari website resmi UNAIR, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, kebiasaan tidur larut malam hampir selalu diikuti dengan konsumsi makanan tinggi kalori, terutama pada remaja. Mie instan, gorengan, hingga tambahan telur menjadi menu favorit saat begadang.

"Makan mie instan di malam hari sangat tidak direkomendasikan. Kandungan kalorinya tinggi, apalagi jika ditambah telur yang mengandung lemak dan protein. Sementara pada malam hari tubuh minim aktivitas sehingga kelebihan kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak dan meningkatkan risiko obesitas," ujarnya.

Kurang tidur juga berkaitan erat dengan stres, kata Asisiyah. Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol.

Peningkatan hormon ini akan menghambat pelepasan melatonin, sehingga kualitas tidur semakin terganggu dan memicu lingkaran masalah metabolik. Karena itu, Aisiyah menekankan pentingnya manajemen stres selain menjaga pola makan dan jam tidur.

"Usahakan tidur pukul 21.00, makan terakhir maksimal pukul 19.00, dan hindari kebiasaan mengerjakan tugas semalaman. Perhatikan durasi tidur karena jika diabaikan, bisa memicu obesitas yang berujung pada sindrom metabolik seperti diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit tidak menular lainnya," ujarnya menutup.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Warga Indonesia Masuk Top Obesitas ASEAN, Ternyata Ini Penyebabnya


Most Popular
Features