Pedagang di TikTok Wajib Catat, Ini Tips Cuan saat Ramadan

Lifestyle - Rindi Salsabilla, CNBC Indonesia
02 February 2023 11:15
Pedagang di Thamrin City. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla) Foto: Pedagang di Thamrin City yang jualan live di TikTok. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia resmi dicabut Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2022 lalu, TikTok memprediksi bahwa Ramadan 2023 atau 1444 Hijriah akan berlangsung lebih ramai dan meriah. Hal itu bisa jadi kesempatan emas bagi para pedagang untuk meningkatkan penjualan, salah satunya melalui berjualan lewat siaran langsung (live) TikTok.

Studi yang dilakukan TikTok menunjukkan bahwa 67 persen pengguna platform tersebut lebih banyak berbelanja selama Ramadan.

"Pengguna TikTok memiliki keinginan berbelanja yang lebih besar pada saat bulan Ramadan. Sebetulnya, ini adalah kesempatan bagi brand untuk memanfaatkan momen ini melalui shoppertainment" sebut Head of Business Marketing TikTok Indonesia, Sitaresti Astarini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Pedagang di Thamrin City. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla)Foto: Pedagang di Thamrin City yang jualan live di TikTok. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla)

Sitaresti menyebutkan, shoppertainment adalah konsep baru yang dapat digunakan oleh brand atau penyedia produk atau jasa untuk meraih keuntungan besar selama melakukan penjualan di media sosial, terutama TikTok. Terlebih, konsumen saat ini dinilai semakin kritis dalam mencari sumber inspirasi dan informasi tambahan untuk membantu pengambilan keputusan.

"Brand dapat melakukan strategi pemasaran berbasis konten yang menyeluruh, mulai dari meningkatkan awareness hingga menyediakan titik pembelian. Tentunya ini semua perlu dibalut dengan pendekatan shoppertainment yang mengutamakan konten hiburan dan kreatif untuk nantinya mendorong konversi atau pembelian produk," papar Sitaresti.

Lantas, bagaimana cara agar para penjual bisa cuan ketika jualan melalui live TikTok?

Menurut Sitaresti, salah satu cara terampuh untuk menarik perhatian pembeli dan meningkatkan penjualan produk adalah menyajikan konten promosi yang relevan, informatif, serta menghibur. Sebab, pengguna TikTok cenderung tertarik pada konten yang sesuai dengan kondisinya dan menghibur.

Selain itu, bekerja sama dengan figur publik yang relevan dengan produk yang dijual juga akan membantu meningkatkan penjualan. Terlebih, bila teknik promosi yang digunakan adalah soft selling, bukan hard selling.

"Konten yang bersifat storytelling, autentik, menyajikan tren atau rekomendasi, dan tidak hardsell menjadi faktor penentu dalam mendorong pengguna untuk melakukan pembelian. Tentunya, pengguna perlu juga dilengkapi dengan informasi yang jelas serta akses pembelian yang mudah," lanjut Sitaresti.

"Hard selling jangan dilakukan," tegas Sitaresti.

Selain itu, Sitaresti juga mengingatkan para pengguna TikTok yang hendak berjualan untuk selalu memerhatikan panduan komunitas (community guidelines) agar tidak ada konten yang dianggap sebagai pelanggaran oleh media sosial asal China tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Tiktok Khaby Lame Ungkap Gajinya, Satu Video Rp 11 M!


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading