Terancam Dihukum, Timnas Iran Akhirnya Nyanyi Lagu Kebangsaan

Lifestyle - Rindi Salsabilla, CNBC Indonesia
25 November 2022 19:20
Pertandingan Grup B Piala Dunia Qatar 2022 antara Wales dan Iran di Stadion Ahmad Bin Ali pada 25 November 2022 di Doha, Qatar. (Getty Images/Julian Finney) Foto: Pertandingan Grup B Piala Dunia Qatar 2022 antara Wales dan Iran di Stadion Ahmad Bin Ali pada 25 November 2022 di Doha, Qatar. (Getty Images/Julian Finney)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim Nasional (Timnas) Iran akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai pertandingan putaran kedua babak penyisihan Grup B FIFA World Cup 2022 (Piala Dunia 2022) melawan Wales di Stadion Ahmed bin Ali, Qatar, Jumat (25/11/2022).

Sebelumnya, saat laga perdana mereka di Piala Dunia melawan Inggris pada Senin (21/11/2022), Timnas Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk protes terhadap rezim yang berkuasa di negara mereka. Karena aksi berani tersebut, para pemain terancam dihukum usai Piala Dunia. 

The Sun melaporkan, para pendukung Timnas Iran terlihat mencemooh para pemain saat mereka menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan melawan Wales pada Jumat (25/11/2022), padahal para pemain terlihat menunjukkan wajah yang sedih selama bernyanyi.

Tidak hanya para pemain, sejumlah pendukung pada tribun pun terlihat menangis saat para pemain Tim Melli (sebutan untuk timnas Iran) menundukkan kepala selama bernyanyi setelah memperoleh tekanan dari rezim Iran.

Selain itu, terlihat pula para suporter melambai-lambaikan spanduk anti-rezim akibat isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Iran. Namun, aksi tersebut segera ditanggapi oleh Polisi Qatar dengan perintah agar spanduk tersebut diturunkan.

Aki menolak menyanyikan lagu kebangsaan merupakan bentuk dukungan protes massal atas isu pelanggaran HAM di Iran, yaitu kasus kematian salah seorang perempuan Iran, Mahsa Amini pada dua bulan lalu setelah penangkapannya karena melanggar aturan berpakaian di negara tersebut.

Dikutip dari The Guardian, salah seorang politisi mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah membiarkan siapapun menghina lagu kebangsaan negaranya.

"Kami tidak akan pernah membiarkan siapapun menghina lagu kebangsaan dan bendera kami. Peradaban Iran memiliki sejarah beberapa ribu tahun, peradaban ini setua total peradaban Eropa dan Amerika," tegas Ketua Dewan Kota Teheran, Mehdi Chamran, Selasa (22/11/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Google Tak Sengaja Bocorkan Tim yang Masuk Final Piala Dunia?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading