Virus Polio Muncul Lagi, Lakukan 5 Hal Ini agar Tak Tertular

Lifestyle - Rindi Salsabilla, CNBC Indonesia
22 November 2022 18:20
Dalam rangka memerangi penyebaran virus Corona (Covid-19) dilingkungan BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, kini setiap masyarakat dan peserta JKN-KIS serta pegawai BPJS Kesehatan disediakan fasilitas cuci tangan dan cek suhu tubuh. (BPJS Kesehatan) Foto: Dalam rangka memerangi penyebaran virus Corona (Covid-19) dilingkungan BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, kini setiap masyarakat dan peserta JKN-KIS serta pegawai BPJS Kesehatan disediakan fasilitas cuci tangan dan cek suhu tubuh. (BPJS Kesehatan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di Indonesia setelah adanya temuan satu kasus Polio Tipe 2 dan Sabin Tipe 3 di Kabupaten Pidie, Aceh.

Polio adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menyebabkan paralisis atau kelumpuhan akibat gangguan saraf. Dalam beberapa kasus, penyakit yang disebabkan oleh virus polio ini dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

"Virus penyebab polio ada tiga serotipe, (yaitu) tipe 1, tipe 2, dan tipe 3. Virus polio ini memasuki tubuh melalui mulut, bukan kulit atau hidung. Artinya (polio menular melalui) mengonsumsi makanan ataupun minuman," jelas Epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman kepada CNBC Indonesia, Selasa (22/11/2022).

Dicky menjelaskan, setelah memasuki tubuh, virus polio akan berkembang biak di orofaring atau bagian tengah tenggorokan dan usus kecil. Bila virus telah keluar melalui feses atau kotoran manusia, kotoran tersebut dapat menyebarkan dan menularkan virus polio ke lingkungan sekitar.

"Virus polio memang menginvasi jaringan limfoid (jaringan dalam tubuh) di saluran cerna. Paling berbahaya adalah ketika virus memasuki pembuluh darah dan menyebar sampai ke susunan saraf pusat yang menyebabkan kelumpuhan," jelas Dicky.

Lantas, bagaimanakah cara agar tak tertular polio?

Salah satu penyebab utama munculnya polio adalah kebersihan yang buruk. Maka dari itu, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan agar tak terjangkit virus polio, yaitu:

  1. Selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih

  2. Menjaga kebersihan makanan dan minuman dan menghindari mengonsumsi yang terkontaminasi

  3. Menerapkan sanitasi yang bersih, seperti buang air besar (BAB) di WC dan mengalirkannya ke septic tank.

  4. Melakukan Vaksin Polio Tetes (OPV) dan Vaksin Polio Suntik (IPV)

  5. Menggunakan masker

"Walaupun kecil, ada kasus polio yang ditularkan melalui bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi 'menyimpan' virus polionya di tenggorokannya," sebut Dicky memaparkan alasan menggunakan masker cukup penting dalam mencegah polio.

Hingga saat ini, obat polio masih belum ditemukan. Meskipun demikian, polio dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sebanyak empat kali sampai anak berusia empat bulan. Kemenkes mengklaim bahwa dengan cakupan imunisasi yang merata, anak akan terhindar dari virus polio.

Berdasarkan rilis Kemenkes, pemberian imunisasi polio adalah sebagai berikut.

  1. Vaksin Polio Tetes (OPV) diberikan empat kali pada usia satu, dua, tiga, dan empat bulan

  2. Vaksin Polio Suntik (IPV) diberikan satu kali pada usia empat bulan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, Indonesia sudah dinyatakan bebas dari polio pada 2014. Dengan demikian, bila ditemukan satu saja kasus polio maka langsung dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Kita di Indonesia dan seluruh dunia itu sudah mendapatkan sertifikat bebas polio (pada) 2014. Seluruh dunia sepakat bahwa sekalipun kita sudah ada bebas polio, tapi surveilans untuk lumpuh layuh (polio) itu harus dilaporkan," jelas dr Maxi dalam 'Konferensi Pers: Kejadian Luar Biasa Polio di Indonesia', Sabtu (19/11/2022).

"Setiap penemuan 1 kasus polio itu merupakan kejadian luar biasa. Jadi masuk di KLB. Kita terakhir Indonesia sebelum Aceh itu ada 1 kasus tapi tipe 1 di Papua tahun 2018," sambung dr. Maxi.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading