Pangeran William Geram, Merasa Dikhianati Adiknya Sendiri

Lifestyle - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
08 October 2022 20:02
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 14:  (L-R) Peter Phillips, Prince Harry, Duke of Sussex, Prince William, Prince of Wales, Edward, Earl of Wessex, David Armstrong-Jones, Earl of Snowdon, Meghan, Duchess of Sussex and Anne, Princess Royal follow the bearer party carrying the coffin of Queen Elizabeth II into Westminster Hall for the Lying-in State ahead of her funeral on September 14, 2022 in London, United Kingdom. Queen Elizabeth II's coffin is taken in procession on a Gun Carriage of The King's Troop Royal Horse Artillery from Buckingham Palace to Westminster Hall where she will lay in state until the early morning of her funeral. Queen Elizabeth II died at Balmoral Castle in Scotland on September 8, 2022, and is succeeded by her eldest son, King Charles III. (Photo by Jacob King - WPA Pool/Getty Images) Foto: Getty Images/WPA Pool

Jakarta, CNBC Indonesia - Katie Nicholl seorang koresponden kerajaan Inggris dari Vanity Fair, mengungkapkan hubungan kakak-beradik Pangeran William dan Pangeran Harry semakin tidak harmonis.

Selama penampilannya di Dan Wotton Tonight, Nicholl mengatakan keretakan keluarga kerajaan dengan Duke of Sussex didasarkan pada masalah kepercayaan.

Hal tersebut dituliskan oleh Nicholl dalam sebuah buku baru berjudul 'The New Royals: Queen Elizabeth's Legacy and the Future of the Crown'. Di dalamnya, dia merinci hubungan tidak harmonis Duke of Sussex dengan Pangeran Wales, yang sekarang menjadi pewaris takhta.

"Ada kurangnya kepercayaan mendasar antara Charles dan William dan Harry dan Meghan karena, cukup sederhana, keluarga kerajaan tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Harry dan Meghan," jelas Nicholl dilansir dari International The News, Sabtu (8/10/2022).

Mengingat Harry dan Meghan bersepakat untuk membuat suatu dokumenter untuk ditayangkan dalam sebuah platform Netflix. Belum secara jelas apa topik yang akan diangkat dalam dokumenter tersebut.

"Itu adalah sumber dari banyak kekhawatiran dan kurangnya kepercayaan. Salah satu hal yang saya diberitahu oleh sumber yang sangat dekat dengan William adalah bahwa dia tidak bisa memaafkan saudaranya," kata Nicholl lagi.

William tidak bisa memaafkan Harry, bukan hanya untuk perilakunya, dan apa yang telah dia lakukan dan bagaimana dia melakukannya, tetapi melihat seberapa banyak yang sekarang bergantung pada William.

"Dia selalu berpikir bahwa Harry akan menjadi wingman-nya. Sekarang William melakukannya sendiri. Syukurlah dia memiliki Kate disisinya karena bersama-sama, mereka adalah tim yang sangat kuat," jelas Nicholl.

Di dalam buku yang ditulis Nicholl juga dijelaskan, bagaimana William meminta Harry untuk tidak terburu-buru menikahi Meghan Markle. Mengingat keduanya hanya bertemu pada kencan buta yang diadakan oleh kerabatnya.

Nicholl dalam bukunya menulis, bahwa William khawatir tentang bagaimana romansa itu bergerak dengan kecepatan kilat. Sebagai perbandingan, William dan Kate, yang sekarang berusia 40 tahun, berkencan selama hampir satu dekade sebelum bertunangan.

Pacaran yang panjang sangat penting dalam membantu Kate memahami seperti apa kehidupan kerajaan itu. Itulah sebabnya William memperingatkan Harry dan berkata, "Luangkan waktumu. Tidak perlu terburu-buru dalam semua ini," jelas Nicholl menceritakan.

Ada dugaan bahwa kekhawatiran William, yang dimaksudkan sebagai nasihat persaudaraan, menyebabkan perselisihan di antara para pangeran. Harry, yang sangat protektif terhadap Markle, menafsirkannya sebagai saudaranya yang tidak mendukungnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Meghan Markle Terancam Dibunuh


(cap/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading