Buku Misterius Diburu karena Ramalkan Kematian Ratu Elizabeth

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
28 September 2022 15:25
Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip dalam kereta negara, hadiah dua abad dari Australia. (Tim Graham Photo Library via Getty Images) Foto: Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip dalam kereta negara, hadiah dua abad dari Australia. (Tim Graham Photo Library via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wafatnya Ratu Elizabeth II di usia 96 tahun konon sudah diramalkan sejak berabad-abad yang lalu oleh peramal ternama pada abad ke-16 asal Prancis, Nostradamus. Dia terkenal karena ramalannya yang akurat tentang kebangkitan Hitler, serangan 9/11 dan perang di Eropa.

Pada tahun 1555, peramal itu menerbitkan "Les Propheties," sebuah buku puisi yang sulit ditafsirkan. Ada banyak upaya untuk menafsirkan puisi-puisinya untuk mengetahui hal-hal yang mungkin akan terjadi di masa depan.

Salah satu sajaknya meramalkan usia yang tepat soal kematian mendiang pemimpin Kerajaan Inggris ratusan tahun kemudian. Hal ini diketahui lewat buku Mario Reading pada tahun 2005 yang berjudul "Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future," menurut laporan media lokal Inggris, Sunday Times.

Lewat buku itu, Reading mencoba menafsirkan ramalan dan pemikiran Nostradamus. 

"Ratu Elizabeth II akan meninggal, sekitar 22 tahun atau tahun 2022, pada usia sekitar 96 tahun," bunyi prediksi itu.

Rangkaian prosesi upacara pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II pada Senin (19/9) telah dimulai. (AFP/OLI SCARFF)Foto: Rangkaian prosesi upacara pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II pada Senin (19/9) telah dimulai. (AFP/OLI SCARFF)

Sontak, prediksi yang akurat itu pun menjadi perbincangan di Inggris. Bahkan penjualan buku yang memuat prediksi Nostradamus ikut meledak sejak Ratu Elizabeth meninggal.

Lebih dari 8.000 eksemplar buku terjual sejak 17 September, dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya lima eksemplar terjual seminggu sebelum kematiannya.

Tidak hanya soal kematian Sang Ratu, buku ini juga menyinggung masa depan Raja Charles III. Diramalkan bahwa mantan suami Putri Diana akan turun tahta, kemudian Kerajaan akan dipimpin oleh putra kedua mereka Pangeran Harry, yang sebenarnya sudah mengundurkan diri dari tugas kerajaannya.

"Seorang pria yang tidak pernah diharapkan menjadi raja akan menggantikannya," tulis Nostradamus, menurut interpretasi Reading.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mengenang Ratu Elizabeth, Hobi Ngeteh & Makan dari Tupperware


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading