Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir? Kemenkes Beberkan Faktanya

Lifestyle - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
24 September 2022 11:30
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepeda warga saat pelaksanaan vaksinasi massal di Kota Kasablanka, Jakarta, Senin (18/7/2022). Pemprov DKI Jakarta memberlakukan syarat vaksinasi booster untuk masyarakat yang beraktivitas di fasilitas umum seperti sektor perkantoran, mal hingga tempat pariwisata di Jakarta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepeda warga saat pelaksanaan vaksinasi massal di Kota Kasablanka, Jakarta, Senin (18/7/2022). Pemprov DKI Jakarta memberlakukan syarat vaksinasi booster untuk masyarakat yang beraktivitas di fasilitas umum seperti sektor perkantoran, mal hingga tempat pariwisata di Jakarta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir dari pandemi Covid-19 sering disebut sudah di depan mata. Hal ini melihat kasus infeksi yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Kementerian Kesehatan menyebut bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia makin terkendali. Meski demikian, pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

"Hampir semua penduduk sudah memiliki antibodi SARS CoV-2 dengan kadar yang cukup tinggi bukan berarti mereka tidak bisa terinfeksi Covid-19 tetapi mengurangi keparahan dan risiko meninggal karena Covid-19," paparan dari Kemenkes yang diterima CNBC Indonesia, Sabtu (24/9/2022).

Menurut data dari survei serologi SARS-CoV-2 di Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkes dan tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, sebanyak 98,5% penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 per Juli 2022.

Survei yang sama menunjukkan kadar antibodi di tubuh penduduk RI meningkat 4 kali lipat dari periode Desember 2021 ke Juli 2022.

Adapun vaksinasi, terutama booster sangat mengurangi risiko meninggal pada orang yang terinfeksi Covid-19. Sehingga diperlukan akselerasi cakupan vaksinasi, terutama booster.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa 86,97% penduduk Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua, jumlah penerima booster baru mencapai 62.822.244 orang dari sasaran penerima vaksin 234.660.020 orang atau 26,77%.

Meskipun risiko kematian akibat Covid-19 pada masyarakat yang telah dua kali divaksin hanya 0,6%, rasio ini tetap saja 6 kali lebih tinggi dari risiko kematian pada masyarakat penerima vaksin ketiga atau booster yang hanya 0,1%.

"Indonesia siap meninggalkan fase gawat darurat pandemi Covid-19 dengan menjaga tingkat kekebalan penduduk tetap tinggi," tulis Kemenkes.

Di samping itu, mengurangi risiko infeksi dengan prokes dan penggunaan PeduliLindungi serta meningkatkan kualitas surveilans Covid-19.

"Pandemi belum berakhir, walaupun kita sudah bisa melihat akhir dari pandemi. Dapat melihat akhir dari pandemi bukan berarti pandemi sudah berakhir, tapi kita berada di posisi yang baik dengan laporan kasus yang terus menurun," ungkap Kemenkes.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Riset Sebut Orang Alergi Makanan Aman dari Covid, Kok Bisa?


(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading