Ada Kabar Baik Bagi Anda yang Terinfeksi Covid-19, Simak!

Lifestyle - linda hasibuan, CNBC Indonesia
17 August 2022 07:40
Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Covid-19 jenis baru varian Omicron tengah menjadi kekhawatiran tersendiri. Sebab para ahli menemukan bahwa kemampuan reinfeksi subvarian BA.4 dan BA.5 cukup tinggi.

Kedua subvarian sangat mungkin dapat menginfeksi orang yang sudah divaksin atau terkena COVID-19 sebelumnya.

Meski begitu, ada kabar baik untuk orang-orang yang mengalami kondisi long Covid pasca sembuh dari infeksi COVID-19. Hal tersebut disampaikan oleh Ahli virologi dari Thailand Dr Yong Poovorawan.


"Ini bukan fenomena yang tidak biasa karena pasien dari banyak penyakit lain juga mengalami gejala ini setelah sembuh," kata Dr Poovorawan lewat postingan Facebook miliknya, dikutip dari The Star, Senin (15/8/2022).

Dalam postingan tersebut, Dr Poovorawan menyebutkan beberapa gejala long Covid yang biasa terjadi. Mulai dari sakit kepala, kelelahan, sesak napas, insomnia, hingga depresi.

Dikutip dari laman The Nation Thailand, long Covid ini banyak terjadi pada mereka yang telah pulih dari gejala COVID-19 yang parah. Kondisi ini juga lebih banyak terjadi pada orang yang lebih tua dan tidak divaksinasi.

Dr Poovorawan juga menunjukkan bahwa gelombang subvarian Omicron kali ini hanya sedikit pasien yang mengalami long Covid dibandingkan saat Delta menyerang.

"Studi terbaru yang dipublikasikan di Lancet menunjukkan bahwa gejala Long COVID-19 hanya sedikit ditemukan secara signifikan pada pasien yang terjangkit COVID-19 varian Omicron dibandingkan varian Delta," katanya.

"Ini juga mengungkapkan bahwa pasien Long Covid secara bertahap akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," lanjutnya.

Dr Poovorawan meminta masyarakat agar tidak panik saat jumlah pasien long Covid meningkat. Menurutnya, kondisi ini bisa diminimalisir dengan melakukan vaksinasi dan pengobatan dini.

"Selain itu, Anda bisa meminimalisir terjadinya Long Covid dengan melakukan vaksinasi dan pengobatan dini setelah dinyatakan positif untuk mencegah gejala bertambah parah," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kesemutan Memanjang Bisa Jadi Tanda Kena Covid-19


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading