Muncul Kasus Cacar Monyet Tidak Bergejala, Waspadai Hal Ini

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
10 August 2022 11:10
Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. (via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY) Foto: Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. (via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Cacar monyet (monkeypox) kini menjadi salah satu penyakit yang tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat. Apalagi, peneliti baru-baru menemukan bahwa ada pasien cacar monyet yang tidak menunjukkan gejala. 

Temuan riset yang dipublikasikan di laman MedRxiv yang menyebutkan, tiga dari 224 pria mengaku tidak mengalami gejala sama sekali selama berminggu-minggu setelah dan sebelum mendapat sampel positif cacar monyet.

Riset tersebut dilakukan pada 1-31 Mei 2022, menggunakan swab anorektal dan orofaringeal kepada 224 pria yang diuji dengan PCR spesifik cacar monyet. Hasilnya ditemukan tak satu pun dari ketiga pria tersebut mengalami gejala klinis cacar monyet.

Menanggapi temuan tersebut, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyinggung risiko bahaya pasien cacar monyet tanpa gejala di tengah-tengah masyarakat. Sebab tanpa gejala, pasien tersebut berisiko tidak menyadari dirinya tengah terpapar virus cacar monyet, sehingga tidak melakukan pemeriksaan dan isolasi untuk mencegah penularan.

"Temuan studi ini asymptomatic monkeypox ini berarti kita nggak bisa hanya mengisolasi atau mengisolasi kasus pasien bergejala atau yang terdeteksi cacar monyet saja, atau kasus kontak eratnya saja. Tapi akan ada sebagian kita belum tau berapa proporsinya di masyarakat yang membawa virus ini tapi dia merasa nggak sakit karena nggak bergejala," ujarnya, dikutip dari detikcom, Rabu (10/8/2022).

"Ini berbahaya karena kalau orang nggak merasa bergejala, bagaimana dia mau datang ke pelayanan kesehatan? Apalagi di kelompok orang yang relatif tertutup ya bicara misalnya kelompok gay, biseksual, dan pekerja seks komersial," sambung Dicky.

Cacar monyet sendiri disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV). Penyakit ini masuk dalam kategori zoonosis, artinya bisa ditularkan dari hewan ke manusia. 

Cacar monyet awalnya penyakit endemik di daerah hutan hujan tropis di Afrika tengah dan barat. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, cacar monyet menyebar dengan cepat di lebih dari 78 negara di dunia dengan lebih dari 18.000 kasus. Ini merupakan kejadian yang tidak biasa sehingga WHO telah menetapkan cacar monyet sebagai keadaan darurat global. Dengan ditetapkannya cacar monyet sebagai keadaan darurat, ini artinya WHO sekarang memandang wabah itu sebagai ancaman yang cukup signifikan bagi kesehatan global.

Penyakit ini biasanya dimulai dengan gejala yang mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala tersebut kemudian berkembang menjadi ruam menyakitkan yang dapat menyebar ke seluruh tubuh.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diwarning WHO, Cacar Monyet Menular atau Tidak? Ini Kata Ahli


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading