Bergaji Nyaris 100 Juta, Kenapa Warga Negara Ini Susah Kaya?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
27 July 2022 13:20
BERN, SWITZERLAND - JANUARY 01 : Panoramic view of  The old town the medieval city center of Bern and the Aare River on January 01, 2019 in Bern, Switzerland. The old town is the medieval city center of Bern. Bern is the capital city of Switzerland, is built around the Aare River.  Its origins back to the 12th century, with medieval architecture preserved in the Old Town. It is a UNESCO Cultural World Heritage Site since 1983 due to the compact and generally intact medieval core. (Photo by Athanasios Gioumpasis/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mendapatkan gaji besar hingga puluhan juta mungkin menjadi impian bagi banyak orang. Tidak hanya bisa menjadi kaya, gaji besar juga bisa memenuhi semua kebutuhan hidup.

Kendati demikian, bagi warga Swiss, tingginya gaji ini tidak berbanding lurus dengan kekayaan. Di Swiss, rata-rata penduduknya mendapatkan gaji Rp85 juta per bulan. Tapi mereka sangat sulit kaya raya. Lantas mengapa hal ini bisa terjadi?

Alasan utamanya karena biaya hidup di Swiss teramat tinggi, sehingga gaji besar pun terasa pas-pasan. Swiss sendiri sejak dulu terkenal sebagai salah satu negara dengan biaya hidup paling mahal di dunia. Pada 2020, tiga kota di Swiss yang paling mahal adalah Bern, Zurich, dan Geneva.


Salah satu biaya paling besar yang dikeluarkan penduduk Swiss adalah untuk sewa rumah. Semua ukuran rumah di Swiss diukur sesuai takaran layak kemanusiaan. Menurut Internations.org, harga rata-rata sewa rumah di Swiss adalah 2.000 CHF atau sekitar Rp 30 juta per bulan untuk apartemen satu kamar tidur. Adapun rata-rata biaya hidup di negara tersebut yakni 1.500 CHF atau sekitar Rp22 juta.

Sebagai gambaran, harga 12 butir telur sekitar Rp107 ribu, dan setengah kilo daging ayam sekitar Rp200 ribu.

Bagi penduduk yang masuk kategori keluarga sejahtera, mereka juga diharuskan membayar asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan dana pensiun untuk jaminan hari tua. Produktivitas para warga Swiss didasarkan pada gaji. Semakin tinggi gajinya, kelak dana pensiun yang didapatkan pun akan tinggi.

Semua warga, baik itu PNS, karyawan swasta, maupun petani semua akan menerima tunjangan sosial-kesejahteraan di hari tua. Besar tunjangan bernama AHV diambil dari pajak itu sekitar CHF2.500 per bulan.

Semakin tinggi gaji, pajaknya pun semakin besar. Menariknya, meski kondisi ekonominya pas-pasan, seorang karyawan biasa tidak akan hidup kekurangan. Sebab, pemerintah kota akan memfasilitasi karyawan dari hasil pajak orang-orang yang bergaji 4-5 kali dari mereka. Dengan uang tersebut, seseorang bisa memiliki hidup yang layak.

Meski begitu, Swiss juga menjadi rumah bagi sejumlah orang terkaya di dunia. Data dari Forbes menunjukkan Swiss memiliki 40 miliarder, banyak di antaranya menjadi kaya karena mewarisi perusahaan multinasional.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tim SAR Pakai Metode Zig-zag Cari Anak Ridwan Kamil di Swiss


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading