Mirip Omicron, Begini Cara Covid Centaurus Menular

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 July 2022 11:30
Gambar Cover, Omicron Merajalela Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 belum usai. Hal ini diketahui dari kasus infeksi yang mulai kembali naik di berbagai belahan dunia, serta munculnya beberapa subvarian baru dari virus SARS-CoV-2 tersebut.

Selain varian Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5, kini para ahli telah menemukan subvarian Omicron terbaru yang memicu kekhawatiran yaitu BA.2.75 yang disebut Centaurus.

Subvarian ini pertama kali dilaporkan di India dan telah menyebar ke sekitar 10 negara termasuk Inggris, Selandia Baru, Australia, Kanada dan Amerika Serikat (AS).


Centaurus disebut lebih menular dan mampu menginfeksi seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan menurunkan respons antibodi. Centaurus diperkirakan menyebar pada tingkat yang lebih cepat daripada kerabat Omicron varian BA.5 dan BA.2.

"Kami melihat varian baru ini menggantikan semua varian yang sebelumnya kami anggap sangat menular, namun kami tidak tahu persis mengapa varian ini menjadi begitu dominan," ujar Dr Eleanor Gaunt, ahli virologi di University of Edinburgh, dikutip dari Euronews Next.

Dia mengatakan BA.2.75 bisa menerobos kekebalan tubuh yang telah terbentuk sebelumnya, baik karena vaksin maupun karena antibodi alami dari Covid.

Adapun gejala Centaurus mirip dengan gejala Omicron pada umumnya, seperti batuk, kelelahan, dan hidung meler.

"Gejalanya mungkin jauh, jauh, jauh lebih ringan, terutama untuk orang yang sudah divaksinasi," kata Jasmine Plummer, asisten profesor di Cedars Sinai Medical Center, seperti dikutip dari Health. "Jadi gejalanya lebih seperti versi ringan, menurut saya, dari COVID masa lalu."

Meski gejalanya cenderung ringan, para ahli mengatakan subvarian BA.2.75 memiliki tambahan mutasi selain apa yang ada di varian terdahulu. Fakta ini membuat para ahli khawatir bahwa subvarian tersebut bisa menerobos antibodi dan menyebabkan penularan yang cepat.

Namun, sejumlah ahli mengatakan masih terlalu dini untuk membuat prediksi soal gelombang baru yang disebabkan BA.2.75.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

5 Gejala Omicron Paling Sering Dirasakan, Cek Ciri-cirinya


(tfa/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading