Ini Alasan Mengapa Seseorang Bisa Terkena Covid Berkali-kali

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
09 July 2022 16:30
Taspen Gelar Vaksinasi Anak (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Taspen Gelar Vaksinasi Anak (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa orang yang sudah pernah terinfeksi COVID-19 pernah terjangkit virus yang sama, kendati yang sudah divaksinasi penuh sekalipun.

Hal ini tentu sangatlah mengkhawatirkan karena antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang terbentuk tidak lebih kuat dalam menghadapi virus corona.

Namun mengapa bisa terjadi reinfeksi atau terinfeksi kembali untuk kedua kalinya setelah sembuh?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM mengatakan, walaupun telah terinfeksi Covid-19, tetap ada kemungkinan seseorang mengalami infeksi lagi setelah dinyatakan sembuh.

"Secara umum, penularan ulang atau reinfeksi merupakan kondisi di mana seseorang pernah terinfeksi penyakit satu kali, lalu sembuh, dan kemudian terinfeksi kembali," ujar Prof. Iris seperti dikutip Sabtu (9/7/2022).

Lebih lanjut, dia mengatakan, reinfeksi bisa terjadi karena virus Corona penyebab Covid-19 berkembang atau bermutasi sehingga memiliki banyak varian dengan karakternya masing-masing. Menurut sejumlah penelitian, beberapa varian mampu melawan sistem imun manusia.

Jika imun yang terbentuk dari infeksi pertama masih kuat dan bisa melawan virus corona, maka gejalanya akan ringan atau bahkan tidak ada gejala. Sedangkan, bila imun sudah lemah atau tidak dapat menemukan virus corona yang menyerang tubuh seseorang, maka gejalanya bisa lebih berat.

Adapun orang yang tergolong rentan mengalami reinfeksi Covid-19 adalah mereka yang terinfeksi di usia lanjut atau mereka yang memiliki penyakit komorbid. Kategori lain yang rentan adalah mereka yang belum mendapatkan vaksin belum lengkap dan konsumsi makanan yang kurang tepat.

"Kalau ada reinfeksi berarti dia tidak memenuhi syarat imunnya, misal vaksin belum lengkap, makanannya kurang mendukung, sama tidak menjalani prokes. Vaksin bukan jaminan orang tidak akan terinfeksi Covid-19, melainkan sarana membentuk antibodi guna memberikan perlindungan terhadap serangan virus," kata Prof. Iris.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gejala Ini Sering Muncul Pas BAB & Bangun Tidur, Awas Omicron


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading