Duh, Marriott Hingga Hilton Sebut Tarif Hotel Makin Mahal

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
13 June 2022 16:35
Inilah hotel tertinggi dunia yang ada di Dubai. Hotel Gevora baru dibuka Minggu (11/2) kemarin. Hotel tersebut diklaim sebagai yang tertinggi di dunia. Ketinggiannya mencapai 356 meter, mengalahkan rekor sebelumnya yang dimiliki JW Marriott Marquis (355 meter). (REUTERS/Satish Kumar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah dihantam keras pandemi, industri perhotelan berhasil bangkit kembali dan diprediksi akan terus tumbuh positif, seiring dengan industri pariwisata global. Namun, sayangnya pertumbuhan ini juga akan diikuti dengan naiknya tarif menginap di hotel. 

Seperti diketahui, saat ini ada fenomena revenge traveling, di mana banyak orang seolah 'balas dendam' pergi berlibur setelah lebih dari dua tahun terisolasi akibat pandemi. Pada bulan Mei lalu saja, untuk pertama kalinya, angka penerbangan liburan dan bisnis global telah mencapai level sebelum pandemi. 

CEO Hilton Chris Nassetta memprediksi bahwa jaringan hotel akan mengalami "musim panas terbesar yang pernah ada dalam sejarah." Ini artinya, orang akan berbondong-bondong menghabiskan liburan musim panas mereka dengan pergi liburan. Tingginya permintaan serta tingkat inflasi dipastikan akan membuat harga naik. 


"Harga sudah naik untuk semuanya, tidak ada bedanya ketika Anda pergi ke pom bensin atau ke toko kelontong," kata Nassetta.

Sementara itu, CEO Marriott Tony Capuano mengatakan bahwa selama akhir pekan Memorial Day di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, pendapatan perusahaan per kamar yang tersedia, naik sekitar 25% pada tahun 2022 dibandingkan dengan 2019.

Dalam portofolio hotel mewah Marriott, yang mencakup hotel seperti JW Marriott, Ritz-Carlton, dan St. Regis, hotel-hotel tersebut mengalami kenaikan tarif hampir 30% pada kuartal pertama tahun 2022 dibandingkan dengan 2019.

"Kami terus melihat harga yang sangat luar biasa," kata Capuano pada program "Closing Bell".

Dia juga menyebut bahwa ada potensi tarif yang lebih mahal di tempat-tempat tujuan rekreasi. 

Presiden dan CEO Hyatt Mark Hoplamazian mengatakan bahwa turis asing ke AS menghabiskan lebih banyak uang daripada pelancong domestik. Bahkan tanpa turis asing yang mungkin masih menunda perjalanan mereka karena ada persyaratan tes Covid, permintaan tetap tinggi.

"Hampir di seluruh lapisan, semua segmen bisnis dan rekreasi semua sedang tinggi," kata Hoplamazian.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cara Mudah Buat Minyak Kelapa Pengganti Minyak Goreng


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading