PSY Dikritik Karena Hamburkan 300 Ton Air Saat Musim Kering

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
07 June 2022 17:55
PSY (Tangkapan Layar Instagram @42psy42)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyanyi asal Korea Selatan Park Jae-sang, yang dikenal dengan nama panggung PSY, menuai kritik karena akan menggelar "PSY The Water Show 2022" yang menghabiskan 300 ton air untuk setiap pertunjukan, di saat negaranya tengah dilanda kekeringan. 

Pelantun lagu "That That" tersebut belum lama ini muncul dalam acara talk show di MBC di mana dia mengungkap bahwa semua air yang digunakan dalam pertunjukannya adalah air minum.

"Kami menghabiskan banyak uang untuk bisa membeli semua air itu. Setiap konser membutuhkan sekitar 300 ton air. Kami menggunakan suplai air dari lokasi pertunjukan dan juga dari truk air."


Pernyataan PSY itu mengundang kritik dari banyak pihak. Pasalnya, Korea Selatan tengah dilanda kekeringan nasional yang parah sejak musim semi. Negeri Ginseng tersebut saat ini kekurangan air untuk keperluan pertanian dan bahkan air industri untuk industri baja.

Tahun ini, di tengah musim kemarau, "PSY The Water Show 2022" menggunakan slogan seperti "Begitu banyak air sampai membuat Anda bertanya-tanya apakah kita menyendoki air dari Sungai Han."

Sementara, beberapa pihak berpendapat bahwa penggunaan air dalam jumlah besar diperlukan untuk tujuan artistik, banyak netizen mengklaim bahwa PSY harus membatalkan atau mengurangi konser tahun ini mengingat kekeringan dan perubahan iklim secara umum.

Dijadwalkan berlangsung pada 4 dan 5 Agustus di Jamsil Auxiliary Stadium di Seoul selatan, ini adalah "Water Show" pertama PSY dalam tiga tahun setelah pandemi Covid-19. Pertama kali diadakan pada tahun 2011, konser ini populer karena penonton disiram air sambil mendengarkan musik dan dapat menyegarkan diri di musim panas Korea yang terik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Populasi, Ribuan Sekolah di Korea Jadi 'Sarang Zombie'


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading