AS Tawarkan Vaksinasi bagi Warga Terekspos Cacar Monyet

Lifestyle - Bianca Florian, CNBC Indonesia
31 May 2022 18:30
Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota yang terletak di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. (via REUTERS/CDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) merekomendasikan vaksin bagi orang berisiko tinggi yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien cacar monyet. Ini merupakan langkah untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas.

Dilansir dari CNN, AS memiliki dua vaksin pencegahan dan dua perawatan antivirus yang dapat digunakan untuk Orthopox, kelompok virus yang menaungi jenis virus monkeypox penyebab cacar monyet. 

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (US Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), Dr. Rochelle Walensky mengatakan salah satu vaksin dengan nama dagang Jynneos telah disetujui untuk pencegahan penyakit cacar monyet. Vaksin tersebut dapat diberikan kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.


"CDC memiliki mekanisme untuk mendistribusikan produk ini ke seluruh dunia sehingga dapat digunakan untuk pencegahan atau pengobatan bagi orang-orang yang mungkin mendapat manfaat, di mana pun mereka berada," kata Rochelle.

Menurut Dokter Hewan dan Wakil Direktur Divisi Patogen dan Patologi Konsekuensi Tinggi CDC, Dr. Jennifer McQuiston, berdasarkan hasil dari penyelidikan tahap awal, mereka menyimpulkan bahwa orang yang paling berisiko terpapar adalah mereka yang pernah kontak dengan pasien cacar monyet. Maka dari itu, vaksinasi sangat direkomendasikan kepada kelompok tersebut.

Jennifer mengatakan saat ini vaksinasi secara meluas belum diperlukan. Meski demikian, observasi atas penularan cacar monyet akan terus dilakukan, sambil mempertimbangkan apakah vaksinasi untuk seluruh populasi diperlukan. Hal ini didukung oleh pendapat seorang peneliti di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins di Sekolah Kesehatan Masyarakat Bloomberg, Dr. Amesh Adalja, yang menyebut bahwa belum diperlukan pemberian vaksin berskala besar, di mana seluruh masyarakat harus divaksinasi.

Berdasarkan pernyataan Dr. Raj Panjabi, pemimpin penanggulangan cacar monyet Gedung Putih, sudah dilakukan pemberian vaksinasi di Rumah Sakit Umum Massachusetts bagi petugas medis yang telah terpapar. Mengingat di rumah sakit itulah pasien kasus pertama cacar monyet di Boston ditemukan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Covid-19 Dosis 1-2 Beda Jenis, Boosternya Pakai Apa?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading