BTS Mau ke Gedung Putih Temui Joe Biden, Bahas Apa?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
27 May 2022 10:20
BTS menampilkan Foto: BTS menampilkan "Butter" di Grammy Awards Tahunan ke-64 pada hari Minggu, 3 April 2022, di Las Vegas. (Foto AP/Chris Pizzello)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gedung Putih mengumumkan bahwa grup K-pop asal Korea Selatan, BTS, akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada 31 Mei mendatang. Dalam pertemuan itu, Biden akan meminta bantuan BTS untuk memerangi tindak kejahatan, kebencian dan disinformasi anti-Asia (anti-Asian hate crimes).

Kunjungan legenda K-pop ke Gedung Putih tersebut diumumkan hanya selang beberapa hari setelah Biden kembali dari kunjungan kenegaraan pertamanya ke Asia, di mana menghabiskan tiga hari di Seoul dan bertemu dengan Presiden Korea Selatan yang baru terpilih Yoon Suk Yeol.

Tahun lalu, di tengah serentetan kejahatan kebencian anti-Asia di AS, termasuk penembakan di tiga spa di Atlanta, BTS berbicara tentang pengalaman mereka sendiri menghadiri diskriminasi.

"Kami mengingat ketika kami menghadapi diskriminasi sebagai orang Asia. Kami mendapat sumpah serapah tanpa alasan dan diejek karena penampilan kami. Kami bahkan ditanya mengapa orang Asia berbicara dalam bahasa Inggris," kata BTS dalam sebuah pernyataan yang di-retweet lebih dari 1 juta kali.

"Kami tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata rasa sakit menjadi subjek kebencian dan kekerasan karena alasan seperti itu," tambahnya.

Meningkatnya kejahatan anti-Asia dan permusuhan terhadap orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik (AAPI) terjadi di tengah pandemi Covid-19. Lebih dari 10.000 insiden kebencian terhadap orang AAPI dilaporkan ke organisasi advokasi Stop AAPI Hate selama periode 19 Maret 2020 hingga 31 Desember 2021.

Biden, sebelumnya telah berbicara tentang komitmennya untuk memerangi gelombang kejahatan kebencian anti-Asia. Dia juga telah menandatangani RUU bipartisan yang bertujuan mengatasi meningkatnya tindak kejahatan dan kebencian anti-Asia menjadi undang-undang pada Mei 2021. RUU itu akan menciptakan posisi baru di Departemen Kehakiman untuk mempercepat peninjauan potensi kejahatan rasial terkait Covid-19 dan insiden yang dilaporkan di pengadilan federal.

Biden dan BTS juga dijadwalkan akan membahas pentingnya keragaman dan inklusi.

Grup yang memiliki basis fans terbesar di dunia tersebut dinilai memiliki kemampuan menjadi duta muda yang menyebarkan pesan positif dan harapan kepada seluruh dunia. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

White House Bakal Gelar Hajatan, Ada Pernikahan Cucu Biden


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading