Dear Warga RI, Liburan ke Dubai Tak Perlu PCR Lagi

Lifestyle - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
12 May 2022 06:40
People watch the sun setting behind the

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar gembira bagi warga Indonesia yang ingin berwisata ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Kini, bukti negatif Covid-19 melalui tes polymerase chain reaction alias PCR tak lagi dibutuhkan.

Hal itu terutama berlaku bagi mereka yang telah divaksin lengkap dan booster. Pelancong cukup memberikan bukti sertifikat vaksin melalui PeduliLindungi.

Ini setidaknya dikatakan Syarifah yang melakukan perjalanan ke Dubai baru-baru ini. "Tak perlu PCR lagi," ujar perempuan yang ke Dubai untuk kedua kali itu, Rabu (11/5/2022).


Saat check in di Bandara Soekarno Hatta, ia hanya diminta tiket, visa, asuransi, dan bukti vaksin. Di Dubai-pun, ia tak dimintai bukti PCR sama sekali, di mana setelah melewati imigrasi, ia bisa langsung melenggang mengambil barang bawaan.

"Sekarang praktis, tidak bikin deg-degan karena menunggu PCR yang bisa saja membuat kita meng-arrange kembali perjalanan karena positif di detik-detik terakhir," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Dian. Perempuan yang pertama kali ke Dubai itu juga mengatakan tak dimintai PCR untuk syarat terbang ke kota Burj Khalifa itu.

"Aku pertama kali (ke Dubai). Intinya, karena kita sudah vaksin, kita enggak dibikin ribet. Apalagi vaksinnya tiga kali (booster). Datang saja tanpa PCR," jelasnya.

Merujuk aturan UEA bagi pelaku perjalanan luar negeri, memang terdapat dua syarat keberangkatan untuk semua pelancong internasional. Pertama, mereka yang sudah divaksinasi lengkap, harus menunjukkan sertifikat vaksinasi yang berisi kode QR.

"Mereka tidak wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif Covid-19 di bandara keberangkatan," tulis aturan itu dilihat CNBC Indonesia di website resmi U.AE.

Namun, bagi pelancong yang tidak divaksinasi Covid-19, mereka tetap diminta menunjukkan hasil tes PCR yang valid dan negatif yang dilakukan dalam waktu 48 jam sebelum kedatangan. Mereka juga harus menunjukkan sertifikat pemulihan dari Covid-19 yang dikeluarkan dalam waktu 30 hari sebelum keberangkatan, jika mereka sebelumnya terinfeksi virus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan Dokter Sarankan Tidak Tes PCR Berulang Kali


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading