Ternyata Omicron BA.2 Jarang Serang Paru-paru, Tapi Organ Ini

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
27 April 2022 14:30
Patients lie on hospital beds as they wait at a temporary holding area outside Caritas Medical Centre in Hong Kong Wednesday, Feb.16, 2022. There was visible evidence that Hong Kong hospitals were becoming overwhelmed by the latest COVID surge, with patients on stretchers and in tents being seen to by medical personnel on Wednesday outside the Caritas hospital. (AP Photo Vincent Yu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Justri, virus tersebut terus bermutasi. Salah satu varian terbaru yang dilaporkan para ahli adalah Omicron BA.2.

Dijuluki sebagai 'Omicron Siluman', subvarian ini punya serangkaian gejala yang berbeda dari subvarian Omicron BA.1, pendahulunya.

Dibanding varian lain, BA.2 lebih jarang menyerang paru-paru dan lebih banyak menyerang saluran napas atas. Meski demikian, beberapa penelitian menyebut subvarian ini dapat mempengaruhi area perut atau sistem pencernaan dan memicu gejala seperti sakit perut, mual, serta diare.


Menurut para ahli di Kolkata, India, ada kemungkinan virus tersebut sekarang telah mengubah pola serangannya. Hal inilah yang menyebabkan BA.2 lebih mempengaruhi perut daripada daerah nasofaring.

Penelitian di Inggris juga menyebutkan varian BA.2 ini lebih berdampak pada usus yang memicu masalah sistem pencernaan. Ini bisa menyebabkan hasil tes negatif palsu (false negative), karena virus tidak dapat dilacak di hidung atau mulut.

Gejala yang muncul akibat varian ini bisa berupa mual, diare, muntah, sakit perut, mulas, dan kembung. Meski begitu, Direktur pulmonologi Rumah Sakit CMRI Raja Dhar mengatakan virus tersebut masih mungkin terdeteksi dengan RT-PCR.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mereka yang Rentan 'Dihantam' Omicron, Ini Cara Tangkalnya


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading