Tanpa Demam, Ini Gejala Awal Omicron yang Mudah Menular

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 February 2022 11:00
A petrol attendant stands next to a newspaper headline in Pretoria, South Africa, Saturday, Nov. 27, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa varian Omicron diyakini berkembang 70 kali lebih cepat dari versi asli corona dan varian Delta dalam 24 jam.

Mayoritas penderita Covid-19 varian Omicron terbukti mengalami gejala batuk, mudah lelah, dan pilek atau hidung tersumbat. Fakta tersebut diketahui berdasarkan laporan mingguan yang dirilis Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bertajuk 'Morbidity and Mortality Weekly Report'.

Dalam laporan mingguan edisi 1-8 Desember 2021, CDC melaporkan bahwa penderita Covid-19 varian Omicron paling banyak mengeluhkan gejala awal berupa batuk. Gejala ini dilaporkan sekitar 89% pengidap Covid-19 varian Omicron yang didata CDC kawasan Amerika Serikat.


Selain batuk, gejala lain yang umum dirasakan penderita Covid-19 varian Omicron adalah mudah lelah. Efek samping ini dirasakan 65% penderita Covid-19 varian baru tersebut.

Setelahnya, banyak penderita Covid-19 varian Omicron yang menderita pilek atau hidung tersumbat. Jumlah orang yang mendapat efek tersebut mencapai 59%.

Laporan CDC ini juga sama dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. Menurut dokter paru RS Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP(K), sebagian besar pasien Omicron tidak mengeluhkan gejala demam seperti saat terinfeksi varian Delta. Gejala yang banyak dikeluhkan adalah batuk dan gangguan pada tenggorokan.

"Tetapi, kalau kita tanya-tanya lagi biasanya di awal-awal pasien merasa badannya lesu, lemes, lelah, mudah letih," kata dia.

Jika gejala Omicron itu mulai muncul, ia menyarankan agar tidak dibiarkan saja. Ini berlaku terutama pada kelompok masyarakat yang berisiko seperti lansia dan orang dengan penyakit komorbid atau penyakit bawaan yang tidak terkendali.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Punya Gejala Kaya Gini? Fix! Anda Kena Covid-19 Varian Baru


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading