Oh No! Pria Ini Sebut Ukuran Penisnya Menyusut Pasca Covid

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
17 January 2022 20:55
Ilustrasi (Deon Black from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria di Amerika Serikat mengklaim bahwa ukuran penisnya menyusut sekitar 1,5 inch atau sekitar 3,8 cm setelah terinfeksi Covid-19. Padahal, laki-laki yang tak disebutkan namanya ini mengaku bahwa sebelumnya ukuran alat kelaminnya itu "di atas rata-rata"

"Sebelum saya sakit [penis saya] di atas rata-rata. Tidak besar, tapi pasti lebih besar dari orang pada umumnya. Sekarang penis saya menyusut sekitar satu setengah inci dan menjadi lebih kecil dari ukuran rata-rata," kata pria berusia 30 tahun tersebut, seperti dikutip The New York Post.

Pria itu menjelaskan bahwa ia terinfeksi Covid pada Juli lalu dengan gejala yang cukup parah. Lalu setelah keluar dari rumah sakit, dia mengalami masalah disfungsi ereksi. 


"[Disfungsi ereksi] secara bertahap makin membaik setelah saya mendapat perawatan medis, tetapi tampaknya ada masalah lain yang lebih bertahan lama," akunya. 

Dia mengklaim bahwa seorang penasihat medis menghubungkan masalah penisnya dengan kerusakan pembuluh darah yang disebabkan oleh COVID. Ia juga diperingatkan bahwa gangguan itu kemungkinan permanen.

Mengomentari kasus tersebut, Dr. Charles Welliver - seorang ahli urologi dan Direktur Kesehatan Pria di Albany Medical College, NY - membenarkan bahwa COVID-19 bisa memiliki dampak pada alat genital pria, meskipun jarang terjadi. 

Ia menjelaskan bahwa virus Covid-19 bisa menyebabkan masalah vaskular yang cukup signifikan terjadi pada pria. Welliver lalu mengutip penelitian yang menunjukkan kasus pria penderita priapisme - ereksi yang terus-menerus tanpa didorong gairah seksual - dan disfungsi ereksi (DE) setelah tertular COVID.

"Ketika pria mengalami disfungsi ereksi, mereka mengalami kekurangan ereksi untuk sementara waktu, dan ketika itu terjadi penisnya benar-benar mengalami penyusutan," tambahnya.

Argumen Welliver juga didukung oleh Dr. Ashley Winter, seorang ahli urologi di Oregon, yang menyebut bahwa ada hubungan nyata antara Covid-19 dan penis.

Penderita Covid-19 mengalami sesuatu yang disebut disfungsi endotel. Kondisi ini terjadi ketika ada disfungsi pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah yang memiliki peran penting untuk fungsi berbagai organ. Ketika COVID menginfeksi sel-sel vital itu, ia dapat merusak sejumlah organ.

"Dan karena ereksi bergantung pada aliran darah ... Ketika pembuluh darah itu terpengaruh, Anda bisa mengalami disfungsi ereksi," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Muncul Covid-19 Varian Baru BA.2, Waspadai Gejala Ini


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading