Jangan Sampai Gagal Booster, Turunkan Darting Sebelum Vaksin

Lifestyle - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
11 January 2022 18:20
Seorang pria menerima suntikan booster coronavirus (COVID-19) di McDonald's, ketika varian coronavirus Omicron menyebar ke seluruh negeri di Chicago, Illinois, AS (21/12/2021). (REUTERS/Jim Vondruska) Foto: Seorang pria menerima suntikan booster coronavirus (COVID-19) di McDonald's, ketika varian coronavirus Omicron menyebar ke seluruh negeri di Chicago, Illinois, AS (21/12/2021). (REUTERS/Jim Vondruska)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan akan memulai program booster (suntikan dosis ketiga) vaksin Covid-19 pada 12 Januari 2022 mendatang. Namun, penerima booster pun harus memiliki sejumlah kriteria.

Kriteria penerima prioritas booster vaksin, antara lain lansia, memiliki riwayat penyakit atau komorbid, memiliki gangguan imunitas atau autoimun, dan hanya mereka yang terdaftar sebagai peserta PBI BPJS Kesehatan.

Sebelum divaksin, petugas medis akan mengecek tekanan darah Anda. Nah, dengan kriteria yang ketat tersebut, jangan sampai gagal booster hanya karena darah tinggi. Untuk mencegah hal tersebut, begini caranya!


Kurangi Asupan Garam dan Gula

Selain mengurangi gula, orang zaman sekarang juga banyak mengurangi garam. Pasalnya, banyak penelitian yang menghubungkan asupan garam yang tinggi dengan tekanan darah tinggi dan penyakit kronis seperti serangan stroke. Bagi yang sudah memiliki penyakit tekanan darah tinggi, ada baiknya mengurangi asupan garam. Ganti makanan olahan dengan makanan segar dan gunakan rempah-rempah lain sebagai pengganti garam.

Adapun gula, semakin banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara gula tambahan dengan tekanan darah tinggi. Dalam sebuah penelitian, wanita yang minuman hanya satu soda per hari memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan yang minum kurang dari satu soda per hari.

Olahraga Teratur

Olahraga secara teratur dapat membuat jantung lebih kuat dan lebih efisien dalam memompa darah sehingga menurunkan tekanan darah di arteri. Faktanya, 150 menit olahraga sedang, seperti berjalan kaki, yang rutin dilakukan setiap minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menyehatkan jantung.

Mengelola Stres

Tinggal di kota besar konon membuat orang lebih rentan stres. Parahnya, stres merupakan salah satu pemicu tekanan darah tinggi. Ketika stres, tubuh berada dalam mode fight-or-flight yang ditandai dengan detak jantung lebih cepat dan pembuluh darah menyempit. Beberapa penelitian telah mengeksplorasi bagaimana mengelola stres dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Mengonsumsi Makanan Tinggi Kalium dan Kalsium

Mengonsumsi lebih banyak kalium membantu tubuh membuang natrium dan mengurangi tekanan darah. Untuk mendapatkan asupan kalium, perbanyak makan makanan segar, seperti sayuran, buah, produk susu, ikan tuna, ikan salmon, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Selain Kalium, asupan kalsium rendah kerap mengalami tekanan darah tinggi. Pola makan yang kaya akan kalsium dapat mengontrol tekanan darah dan meningkatkan kesehatan. Selain susu, asupan kalsium bisa didapat dari sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, ikan sarden, dan tahu.

Makan Dark Chocolate

Dark chocolate kaya akan flavonoid, yakni senyawa tumbuhan yang dapat menyebabkan pembuluh darah melebar. Sebuah tinjauan penelitan menemukan, flavonoid mampu meningkatkan kesehatan jantung, salah satunya dengan menurunkan tekanan darah.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading