Internasional

Maaf Ga Bisa Ajojing, Prancis Tutup Klub Malam 4 Minggu

Lifestyle - Sef, CNBC Indonesia
07 December 2021 08:59
Revellers at the Circus Nightclub at Bramley-Moore Dock, in Liverpool, England, Friday, April 30, 2021. Several thousand music fans have become the first people in Britain in more than a year to legally dance, drink and listen to music in a nightclub. A gig at a warehouse in Liverpool, England that started on Friday afternoon is one of a series of pilot events sponsored by the government and closely monitored by public health officials. The 3,000 attendee, will be tested for the virus before and after the event. (Richard McCarthy/PA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Prancis meminta semua klub malam ditutup di negeri itu. Aturan akan berlaku selama empat minggu.

Ini akibat lonjakan kasus Covid-19. "Rumah sakit di bawah tekanan parah," kata Perdana Menteri Castex, dikstip dari AFP, Selasa (7/12/2021).




Siswa sekolah juga akan dikenakan aturan jarak sosial yang lebih ketat dan penggunaan masker wajah yang lebih lama. Ini akibat meningkatnya kasus di kelompok muda.

Begitu pula para pekerja. Pengusaha diminta mendorong staf untuk bekerja dari rumah dan mendesak perusahaan untuk mengurangi keterlibatan sosial seperti pesta kantor saat mendekati liburan akhir tahun.

"Kita semua memiliki kecenderungan menurunkan kewaspadaan kita dalam beberapa pekan terakhir," katanya.

"Izin kesehatan sekarang akan diperlukan untuk tempat makan di pasar Natal luar ruangan."

Sejauh ini Prancis telah mengkonfirmasi hanya 25 kasus varian baru Covid-19 Omicron. Tetapi para pejabat mengatakan jumlahnya bisa melonjak secara signifikan dalam beberapa minggu mendatang.

Pada hari Minggu, kementerian kesehatan melaporkan lebih dari 42.000 kasus dalam 24 jam sebelumnya, dan lebih dari 11.000 pasien di rumah sakit. Jumlah pasien RS ini tertinggi sejak Agustus, di mana ada 2.000 dalam perawatan intensif.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading