6 Manfaat Ajaib Konsumsi Bawang Putih Bagi Kesehatan

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
11 November 2021 10:25
Kuli panggul mengangkat karung bawang putih di Pasar Kramat jati,  Jakarta Timur, Selasa 7/5. Pedagang Los Eceran dikawasan pasar Kramat jati menjual bawang putih Rp 35.000 per kilogram turun dari harga sebelumnya Rp45.000 karena pasokan bawang putih sudah sedikit stabil. Harga bawang putih yang dijual Eceran seharga Rp50. 000 sampai Rp60. 000. Harga bawang  merah naik sedikit dari Rp 20.000 menjadi Rp 22. 000 harga Los Eceran. Harga Cabe merah turun menjadi Rp 25.000 turun saat kemarin naik Rp 30.000 sampai Rp 40.000.   (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak hanya menjadi olahan untuk bumbu masakan, bawang putih ternyata memiliki beberapa manfaat luar biasa bagi kesehatan.

Bawang putih mengandung senyawa nutrisi, minyak atsiri, allicin, kalsium, saltivine, diallysulfide, belerang, protein, lemak, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, dan C. Senyawa aktif tersebut diklaim efektif membunuh mikroba, serta kuman penyebab infeksi.

Berikut adalah manfaat ajaib bila mengonsumsi bawang putih, mengutip Medical News Today:


1. Mengobati flu

Sebuah tim peneliti dari St. Joseph Family Medicine Residency, Indiana, melakukan penelitian berjudul 'Treatment of the Common Cold in Children and Adults', yang diterbitkan dalam American Family Physician.

Dilaporkan bahwa penggunaan profilaksis bawang putih dapat menurunkan frekuensi pilek pada orang dewasa, tetapi tidak berpengaruh pada durasi gejala. Penggunaan profilaksis berarti menggunakannya secara teratur untuk mencegah penyakit.

Meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa bawang putih mentah memiliki manfaat paling banyak, penelitian lain telah melihat asupan allium secara keseluruhan, baik mentah maupun dimasak, dan telah menemukan manfaat.

Oleh karena itu, Anda bisa menikmati bawang putih dengan berbagai cara untuk mendapatkan banyak manfaat.


2. Mencegah risiko kanker paru-paru

Orang yang mengonsumsi bawang putih mentah setidaknya dua kali seminggu selama masa studi 7 tahun memiliki risiko 44% lebih rendah terkena kanker paru-paru, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu di Cina.

Para peneliti, yang mempublikasikan studi mereka di jurnal Cancer Prevention Research, melakukan wawancara tatap muka dengan 1.424 pasien kanker paru-paru dan 4.543 orang sehat.

Penulis peneliti melihat bahwa bawang putih berpotensi berfungsi sebagai agen kemo-preventif untuk kanker paru-paru.


3. Mengobati kanker otak

Senyawa organo-sulfur yang ditemukan dalam bawang putih telah diidentifikasi efektif dalam menghancurkan sel-sel di glioblastoma, sejenis tumor otak yang mematikan.

Para ilmuwan di Medical University of South Carolina melaporkan dalam jurnal Cancer bahwa tiga senyawa organo-sulfur murni dari bawang putih - DAS, DADS, dan DATS - menunjukkan kemanjuran dalam memberantas sel kanker otak, tetapi DATS terbukti paling efektif.


4. Osteoartritis pinggul

Wanita yang dietnya kaya akan sayuran allium memiliki tingkat osteoartritis yang lebih rendah, menurut sebuah tim di King's College London dan University of East Anglia, keduanya di Inggris, melaporkan dalam jurnal BMC Musculoskeletal Disorders.

Contoh sayuran allium termasuk bawang putih, daun bawang, bawang merah, bawang bombay, dan rakkyo.

Penulis penelitian mengatakan temuan mereka tidak hanya menyoroti kemungkinan dampak diet pada hasil osteoarthritis, tetapi juga menunjukkan potensi untuk menggunakan senyawa yang ada dalam bawang putih untuk mengembangkan pengobatan untuk kondisi tersebut.


5. Berpotensi menjadi antibiotik yang kuat

Dialil sulfida, senyawa dalam bawang putih, 100 kali lebih efektif daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy.

Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi usus.


6. Melindungi kesehatan jantung

Diallyl trisulfide, komponen bawang putih, membantu melindungi jantung selama operasi jantung dan setelah serangan jantung, para peneliti di Emory University School of Medicine menemukan. Mereka juga percaya dialil trisulfida dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gagal jantung.

Gas hidrogen sulfida telah terbukti melindungi jantung dari kerusakan. Namun, itu adalah senyawa yang mudah menguap dan sulit untuk diberikan sebagai terapi.

Karena itu, para ilmuwan memutuskan untuk fokus pada dialil trisulfida, komponen minyak bawang putih, sebagai cara yang lebih aman untuk memberikan manfaat hidrogen sulfida ke jantung.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fenomena Bawang yang Bisa Sembuhkan Covid-19, Benar?


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading