Internasional

Nongkrong di WC 50 Jam, Pria Ini Sukses Bangun Bisnis Rp426 M

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 October 2021 12:40
Kawasan Wisata Tele, Geopark Kaldera Toba di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir dikenal sebagai lokasi terbaik untuk menikmati pemandangan Danau Toba. Fasilitas di lokasi tersebut kini semakin lengkap dengan dibangunnya tempat istirahat (rest area) dua lantai berstandar internasional dan ramah lingkungan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada yang unik dari kisah sukses membangun bisnis yang dilakukan Simon Griffiths. Dia pernah menghabiskan waktu 50 jam duduk di toilet. Namun ini kegiatan dengan tujuan mulia: membantu menyediakan akses ke toilet dan air bersih di negara berkembang.

Griffiths adalah salah satu pendiri startup "Who Gives A Crap", perusahaan produk kebersihan sehari-hari asal Australia yang bertujuan untuk meningkatkan sanitasi di negara berkembang.


Didirikan pada tahun 2012, perusahaan ini terinspirasi setelah Griffiths dan salah satu pendirinya, Jehan Ratnatunga dan Danny Alexander, bekerja dengan organisasi kemanusiaan di seluruh dunia. Mereka menyadari masalah yang masih dihadapi dua miliar orang: tidak memiliki akses ke toilet.

Maka untuk setiap produk yang dijual, seperti kertas toilet yang terbuat dari 100% bahan daur ulang, perusahaan menyumbangkan 50% dari keuntungannya untuk membangun toilet bagi mereka yang membutuhkan.

"Masih ada dua miliar orang tanpa akses ke toilet, itu sebabnya kami menyumbangkan setengah dari keuntungan kami untuk membantu menyediakan akses ke toilet bersih dan air bersih," kata Griffiths dikutip dari CNBC International, Jumat (8/10/2021).

Setelah dua tahun mengembangkan produk yang ramah lingkungan dan nyaman, ketiganya mengumpulkan US$ 50.000 atau sekitar Rp 711 juta (asumsi Rp 14.200/US$) melalui crowdfunding untuk membayar produksi massal pertama mereka. Untuk kampanye mereka, Griffiths duduk di kursi toilet di gudang kosong. Dia tidak akan bangun sampai tim mendapatkan target penuh Rp 711 juta.

"Saya duduk untuk apa yang saya yakini, dan saya tidak akan bangun sampai saya mendapatkan kertas toilet," katanya dalam video crowdfunding di Indiegogo.

Kampanye duduk 50 jam di atas toilet sukses. Para pendiri mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk pesanan massal pertama, dan mengirimkan produk pertama mereka pada Maret 2013.

Sejak itu, perusahaan telah berkembang ke AS dan Inggris, membuka gudang Eropa, dan akan diluncurkan di Kanada. Mereka juga memperluas jangkauan produknya ke tisu bambu, handuk kertas, dan handuk baru yang dapat digunakan kembali dan dicuci bernama Dream Cloth.

Selain crowdfunding, Who Gives A Crap telah didanai oleh para pendiri sendiri untuk selama sembilan tahun. Namun awal Oktober, perusahaan berhasil mengumpulkan US$ 30 juta (Rp 426 miliar) dalam pendanaan eksternal dari investor, termasuk perusahaan modal ventura seperti Verlinvest, The Craftory, Jamjar Investments dan Grok Ventures.

Hingga saat ini, perusahaan telah menyumbangkan lebih dari US$ 7,8 juta (Rp 110 miliar). Ini untuk proyek sanitasi di banyak negara berkembang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading