Wajib Tahu, Untung Rugi Seks Dilakukan Tiap Hari

Lifestyle - Lynda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
22 September 2021 11:42
Ilustrasi Seks (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi setiap pasangan melakukan hubungan seksual adalah hal penting. Melepaskan hasrat di atas ranjang berdua tak hanya mempererat tali kasih, tetapi juga ternyata bermanfaat untuk kesehatan.

Kendati membawa manfaat buat Anda dan pasangan, ternyata ada untung dan rugi bila melakukannya terlalu sering.

Berikut manfaat dan risiko melakukan seks setiap hari.

Manfaat berhubungan seks setiap hari :

- Membangun mood baik

Hormon oksitosin yang dihasilkan dari hubungan seks membawa perasaan bahagia. Bahkan tak harus sampai hubungan seks termasuk penetrasi, hormon ini bisa dihasilkan dari aktivitas lain seperti berpegangan tangan, berpelukan, berciuman dan sentuhan-sentuhan sederhana.

Anda dan pasangan memang akan merasakan manfaat-manfaat ini saat seks dilakukan setiap hari. Namun ada konsekuensi yang mungkin membuat Anda harus berpikir ulang.

- Tidur nyenyak

Seks memberikan efek rileks buat tubuh, sehingga ketegangan dan stres bisa dilepaskan. Anda pun bisa tidur tanpa menemukan kesulitan.

Setelah orgasme, tubuh melepaskan hormon prolaktin yang membuat tubuh rileks. Riset menunjukkan kadar prolaktin baik pada wanita maupun pria bisa 400 persen lebih besar berkat hubungan seks daripada saat masturbasi.

- Sarana olahraga

Tubuh yang sehat dan bugar didukung olahraga rutin. Namun lewat seks, Anda seperti merangkum dua aktivitas jadi satu yakni olahraga dan waktu intim berdua dengan pasangan.

Hanya saja tentu diperlukan posisi-posisi seks yang mampu membakar banyak kalori seperti, woman on top (cowgirl), doggy style atau standing sex.

- Makin intim dengan si dia

Seperti dikutip Times of India, seks lebih dari sekadar kedekatan secara fisik tetapi juga psikis. Seks akan menguatkan ikatan emosional.

Untuk memaksimalkan keintiman, bangun suasana intim sejak Anda dan pasangan bangun tidur. Manjakan pasangan, lakukan aktivitas berdua, saling berkabar, hingga akhirnya masuk sesi foreplay yang sebenarnya.

Jangan lupa, sebagai penutup berikan sesi afterplay semisal dengan pillow talk di mana Anda dan pasangan bisa membagikan sisi rapuh masing-masing tanpa ada halangan.

- Menjaga kemampuan kognitif

Studi menunjukkan menjaga kehidupan seks hingga usia tua akan melindungi dan meningkatkan kemampuan fungsi otak.
Semakin bertambah usia bukan berarti Anda atau pasangan maklum dengan lupa atau susah mengingat.Keputusan untuk menambah frekuensi seks memang tidak salah.

Risiko melakukan seks setiap hari

- Penis terasa sakit

Hubungan seks terlalu sering juga bisa berdampak negatif pada penis. Penis akan terasa sakit, timbul iritasi dan peradangan.

"Saat orang ejakulasi 8-10 kali selama akhir pekan dari Jumat sampai Minggu, ini bakal mengakibatkan rasa sakit dan tidak nyaman saat Anda melakukannya berlebihan," jelas Jonathan Schiff, asisten profesor klinis urologi di Mount Sinai Hospital, seperti dikutip Muscle and Fitness.

- Risiko penularan penyakit menular seksual

Schiff berkata terlalu sering melakukan hubungan seks akan memperbesar risiko kerusakan kulit penis maupun vagina. Robekan sekecil apapun pada kulit akan jadi pintu masuk buat kuman termasuk kuman penyebab penyakit menular seksual.

- Bosan hingga penurunan gairah seks

Ini sangat mungkin terjadi terlebih saat hubungan seks seperti rutinitas, berjalan tanpa variasi sehingga terkesan 'itu-itu saja'. Anda atau pasangan bisa merasakan penurunan gairah seks bahkan tidak berminat berhubungan seks.

Untuk mengembalikan gairah seks, tentu jeda sangat diperlukan. Pun Anda perlu memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi fantasi masing-masing.

- Vagina menjadi kering

Kekeringan vagina sangat mungkin terjadi saat penetrasi dilakukan terlalu sering atau terlalu lama. Tubuh perlu waktu untuk menghasilkan lubrikan alami agar penetrasi tidak menyakitkan.

"Ini biasanya mengakibatkan goresan dan rasa sakit yang mana jadi sinyal tubuh untuk memberikan jeda," kata Sherry Ross, dokter spesialis kandungan, seperti dikutip Women's Health Magazine.

- Infeksi

Dokter spesialis kandungan di Michigan yakni Diana Bitner, mengungkapkan terlalu banyak seks akan memicu iritasi, bengkak, kemerahan pada kulit luar vulva. Sangat mungkin bagian labia jadi radang dan bengkak.

Di samping itu, dampak yang paling tidak menyenangkan adalah infeksi vagina dan infeksi saluran kemih. Sangat disarankan untuk buang air kecil setelah hubungan seks.

Namun tetap saja, Anda perlu mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi hubungan seks saat sudah ada tanda-tanda iritasi.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading