INTERNASIONAL

Wow! Produk Ganja Ini Booming di Inggris Gegara Covid

Lynda Hasibuan,  CNBC Indonesia
19 August 2021 14:35
Wow! Produk Ganja Ini Booming di Inggris Gegara Covid
Foto: Meksiko berencana melegalkan ganja untuk kebutuhan pengobatan dan rekreasi. (AP/Eduardo Verdugo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar ganja legal di Inggris berkembang pesat selama pandemi corona. Bahkan menjadi yang kedua terbesar setelah Amerika Serikat (AS).

Ini terjadi ketika konsumen mencoba mengurangi dampak terkait pandemi Covid-19. Salah satu yang laku keras adalah Cannabidiol (CBD) oil.

CBD oil adalah minyak dari tanaman ganja. CBD disebut memiliki sifat relaksasi dan anti-inflamasi.

Menurut asosiasi Cannabinoid (ACI), produk ini setidaknya telah menghasilkan £690 juta. Kenaikannya hampir sepertiga proyeksi pra-pandemi 2019.

"Pandemi meningkatkan permintaan CBD karena jelas ada stres, masalah tidur, kecemasan, risiko semacam ini," kata salah satu pendiri ACI Steve Moore dikutip AFP, Kamis (19/8/2021).

"Inggris telah mengalami 'revolusi ganja yang mulus' yang mengubahnya menjadi pasar konsumen Cannabinoid terbesar kedua di dunia."

Sementara itu Layanan Kesehatan Nasional Inggris menegaskan tak ada jaminan produk seperti CBD memiliki kualitas baik. Termasuk memberi manfaat ke kesehatan dalam bentuk apapun.

Badan Inggris, Versus Arthritis meminta konsumen bijak menggunakan CBD dan berkonsultasi dengan dokter. Terlebih untuk mengetahui dampak jangka panjangnya.

Selain Covid, permintaan produk ini meningkat karena upaya sebagian warga meringankan rasa sakit akibat penyakit kronis seperti radang sendi.

"Yang paling penting, belum ada bukti pasti bahwa CBD akan bekerja untuk salah satu dari berbagai kondisi kesehatan ... kecuali untuk jenis epilepsi tertentu," kata Professor Sagnik Bhattacharyya dari King's College London.

Di Inggris, CBC adalah produk impor. Negara ini tidak mengizinkan produksi secara komersial.

Di bawah UU obat-obatan Inggris, kuncup tanaman yang kaya CBD tak boleh dipakai. Ini memicu protes dari komunitas petani lokal soal berkurangnya keuntungan.



(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mantan Napi Raup Cuan Rp 12 M Perbulan dari Bisnis Ganja Legal


Most Popular
Features