Studi Klaim Kecerdasan Bisa Turun Usai Positif Covid-19

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
27 July 2021 10:25
Bolivians line up outside a pharmacy in Cochabamba, Bolivia, Friday, July 17, 2020. Long lines form every morning in  Cochabamba, one of the Bolivian cities hardest hit by the new coronavirus pandemic as people wait to buy small bottles of chlorine dioxide, a toxic bleaching agent that has been falsely touted as a cure for COVID-19 and myriad other diseases. (AP Photo/Dico Solis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi baru di Inggris menyebut kecerdasan seseorang bisa menurun setelah terinfeksi Covid-19. Dalam tes kecerdasan yang digelar, rata-rata mereka yang sembuh dari Covid-19 mendapat skor buruk.

Mengutip News.com.au, hal ini dipaparkan ilmuwan otak dari Imperial College London, yang berbagi hasil studi dengan Great British Intelligence Test.Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Lancet EClinical Medicine.


Tes kecerdasan itu diketahui dilakukan secara online oleh 81.337 orang antara Januari dan Desember 2020. Sebanyak 13.000 orang di antaranya telah terinfeksi Covid-19.

Setelah memperhitungkan variabel seperti usia, riwayat medis dan pekerjaan, para peneliti menemukan mereka yang tertular virus berkinerja lebih buruk dari yang diharapkan. Disebutkan mereka yang menggunakan ventilator saat terpapar Covid-19 mengalami defisit terbesar penurunan IQ tujuh poin.

"Defisit paling menonjol untuk paradigma yang memanfaatkan fungsi kognitif seperti penalaran, pemecahan masalah, perencanaan tata ruang dan deteksi target," tulis para peneliti, dikutip Selasa (27/7/2021).

"Hasil ini sesuai dengan laporan (fenomena) long Covid karena 'kabut otak', kesulitan berkonsentrasi dan kesulitan menemukan kata-kata yang benar adalah hal biasa."

Long Covid-19 adalah gejala sakit berkepanjangan yang diderita seseorang setelah dinyatakan negatif Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) telah melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hal ini khususnya dalam jangka panjang, berapa lama pulih hingga gejala yang dirasakan.

Gejala tersebut kelelahan, kesulitan bernafas, batuk, sakit sendi dan dada. Gejala mungkin lainnya kesulitan berpikir kemudian depresi, sakit otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading