IOC: Atlet Wajib Bermasker Saat Pengalungan Medali Olimpiade!

Lifestyle - Satya Pramesi, CNBC Indonesia
25 July 2021 18:30
Gold medalist Li Fabin of China, center, stands with silver medalist Eco Yuli Irawan of Indonesia, left, and bronze medalist Igor Son of Kazakhstan, right, after the men's women's kg weightlifting competition in the men's 61kg weightlifting event, at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Luca Bruno)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menegaskan seluruh atlet harus menggunakan masker saat upacara pengalungan medali selama Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Peringatan ini dirilis setelah beberapa perenang terlihat membuka masker dan saling memeluk satu sama lain saat upacara tersebut. Hal itu melanggar peraturan protokol Covid-19 yang diterapkan selama ajang empat tahunan itu.

Sebagai bagian dari peraturan penyelenggara olimpiade untuk menanggulangi penularan virus corona, setiap pihak berkepentingan dalam pelaksanaan permainan, termasuk atlet, staf dan awak media yang harus menggunakan masker di seluruh tempat.

"Bukannya diimbau untuk dipakai (masker), tetapi harus dipakai," kata Juru Bicara IOC Mark Adams, menanggapi pertanyaan wartawan tentang perenang yang tidak pakai masker saat upacara pengalungan medali.

Perenang asal Amerika Chase Kalisz membuka masker sambil memeluk rekan senegara dan pemenang medali perak Jay Literland di podium setelah memenangkan medali emas di kompetisi gaya ganti 400 meter putra. Pemenang medali perak asal Australia Brendon Smith juga melepaskan masker.




Setelah itu, 12 atlet dari Australia, Kanada dan Amerika Serikat juga membuka masker di podium estafet gaya bebas 4X100 putri.

"Kita mengerti ... pasti ada kegembiraan dan saat memenangkan medal, kita mengerti perasaan atlet. Tetapi sayangnya ada beberapa peraturan yang kita harus dibikin ketat. Memang peraturan ini harus kita patuhi untuk kepentingan kita sendiri, kepentingan semuanya dan kepentingan penyelenggaraan olimpiade yang aman dan nyaman," kata Adams.

Sebagian besar anggota tim Kyrgyzstan dan Tajikistan melakukan parade tanpa masker pada saat pembukaan olimpiade pada hari Jumat lalu. Hal itu berkontras dengan kontingen negara lain yang memakai masker sesuai dengan protokol Covid-19.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan 10 kasus positif Covid-19 yang terkait dengan olimpiade pada hari Minggu. Hal ini meningkatkan total kasus ke level 132 sejak 1 Juli lalu.

Olimpiade Tokyo 2020 diselenggarakan sebagian besar tanpa penonton. Dalam waktu yang sama, ibu kota Jepang itu mencatat peningkatan kasus Covid-19 harian dalam beberapa pekan lalu. Angka ini mencapai 1.979 pada hari Kamis lalu, dan merupakan rekor tertinggi sejak Januari.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading