Internasional

Fakta! Cegah Covid, Korsel Larang Musik Tempo Cepat di Gym

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 July 2021 11:05
Penonton festival menyaksikan band rock Death Blooms di atas panggung pada hari pertama Download Festival di Donington Park di Castle Donington, Inggris, Jumat (18/6/2021). Festival musik dan seni selama tiga hari ini digelar sebagai ajang uji coba untuk mengkaji bagaimana Covid--19 menular. (AP/Joe Giddens)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memperketat langkah-langkah pencegahan virus corona (Covid-19). Negeri Kpop tengah dilanda kenaikan kasus harian, di atas 1.500 dalam tiga hari terakhir.

Kendati, ibukota Seoul tidak melakukan lockdown total tapi penduduk tidak diizinkan pergi ke klub malam dan pertemuan sosial besar selama dua minggu. Mengutip Business Insider, masyarakat juga tidak diizinkan untuk bekerja 'terlalu keras', termasuk melakukan gerakan tempo cepat di gym.


Di bawah peraturan baru, treadmill dibatasi pada 3,7 mil per jam. Musik yang diputar melalui speaker gym tidak boleh melebihi 120 ketukan per menit.

"Tujuan dari pembatasan gym baru adalah untuk mencegah pernapasan berat dan keringat pada pengunjung gym lainnya," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Korsel Son Young-rae.

"Ketika Anda berlari lebih cepat, Anda mengeluarkan lebih banyak tetesan pernapasan. Jadi itu sebabnya kami mencoba membatasi latihan kardio yang berat."

Lagu "Call Me Maybe" dari Carly Rae Jepsen atau "Boy With Luv" dari BTS adalah lagu yang direkomendasikan untuk joging santai. Lagu "Levitating" milik Dua Lipa juga lolos uji pada 109 BPM, begitu pula "MONTERO (Call Me By Your Name)" oleh Lil Nas X, yang mencatat waktu sekitar 89 BPM.

Di bawah aturan baru, para olahragawan juga diharuskan memakai masker. Ini wajib dilakukan meskipun sudah divaksinasi lengkap dan ukuran kelas olahraga juga dibatasi.

Sementara itu, pro kontra terjadi akibat aturan memperlambat musik di gym. Beberapa ahli penyakit menular bahkan mengaku bingung dengan aturan baru

Kim Woo-joo, seorang spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Guro Universitas Korea di Seoul, mengatakan kepada New York Times bahwa kebijakan gym itu tidak masuk akal. Bahkan, tidak efektif.

"Jadi Anda tidak tertular Covid-19 jika berjalan lebih lambat dari 6 km per jam? Dan siapa yang memeriksa BPM lagu saat Anda berolahraga? Saya tidak mengerti apa hubungannya Covid-19 dengan pilihan musik saya," kata Kim Yong-tae, anggota oposisi utama People Power Party, menurut Reuters.

Pakar lain menunjukkan bahwa memperlambat musik tidak serta merta membuat orang enggan berolahraga dengan intensitas tinggi. Justru tindakan pencegahan lainnya, seperti memastikan ventilasi yang baik dan menjauhkan pengunjung gym, telah terbukti efektif.

Mengutip Worldometers, Korsel memiliki total 173.511 kasus Covid-19 dengan 2.050 kematian. Saat ini total kasus aktif berjumlah 14.952.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading