Ini Nyata Bambank! 2 Miliarder Mau Bagi-bagi Hartanya, Mau?

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 February 2021 15:12
10 Negara Tempat Crazy Rich Parkir Duit

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua miliarder Korea Selatan (Korsel) yang sukses dengan usaha sendiri (self-made) berjanji akan memberikan setengah dari total kekayaan mereka untuk masyarakat yang membutuhkan.

Bulan ini, Kim Beom-su, pendiri aplikasi pesan terbesar KakaoTalk, mengumumkan akan menyumbangkan lebih dari setengah asetnya yang diperkirakan sebesar US$ 9,6 miliar atau Rp 136 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) untuk mencoba memecahkan masalah sosial di Negeri Ginseng.


Sementara pasutri Kim Bong-jin dan Bomi Sul dari aplikasi pengiriman makanan Woowa Brothers menjadi orang Korsel pertama yang menandatangani Sumpah Pemberian (Giving Pledge). Ini merupakan inisiatif filantropis yang didirikan oleh Bill dan Melinda Gates, bersama Warren Buffett, bagi para miliarder untuk memberikan setidaknya setengah kekayaan mereka.

Namun belum diketahui secara rinci waktu kapan mereka akan memberikan sumbangan dan kepada organisasi mana mereka akan memberikan sebagian hartanya.

Tindakan Kim Beom-su dan Kim Bong-jin sangat kontras dengan sebagian besar orang sangat kaya di Korsel, yang kebanyakan keturunan pendiri chaebol, konglomerat besar yang turun-temurun dikelola keluarga, dan masih mendominasi ekonomi negara.

Berbeda dengan ahli waris chaebol yang mewarisi kekayaan, kekuasaan, dan koneksi mereka, Kim Beom-su dan Kim Bong-jin lahir dari keluarga kelas pekerja.

Dalam pernyataan Giving Pledge, Kim Bong-jin menggambarkan kehidupannya yang sederhana di sebuah pulau kecil. Orangtuanya mengelola sebuah restoran kecil yang juga menjadi rumahnya. Saat remaja ia melepaskan mimpinya untuk bersekolah di sekolah menengah seni, dan sebagai gantinya mendaftar di sekolah kejuruan yang lebih murah.

Menurut Kim Bong-jin, kekayaan memiliki nilai ketika hal itu digunakan untuk memberikan keuntungan kepada anggota masyarakat yang paling tidak beruntung.

"Kami yakin bahwa sumpah ini adalah warisan terbesar yang dapat kami sediakan untuk anak-anak kami," kata Kim Bong-jin dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Lebih dari 200 orang super kaya dari seluruh dunia telah menandatangani Giving Pledge, menurut situs webnya. Tetapi sebelumnya telah dikritik karena tidak mengikat secara hukum, dan itu diakui hanya sebagai komitmen moral.

Seperti banyak masyarakat Asia Timur, Korsel sebagian besar berorientasi pada keluarga, dengan ikatan keuangan yang meluas hingga dewasa karena orang tua membantu membiayai pendidikan tinggi, dan sedikit rasa kewajiban untuk memberi kepada non-kerabat. Akibatnya, Korsel dikritik sebagai negara dengan masyarakat yang semakin tidak setara.

Filantropi publik memiliki sejarah terbatas di antara orang-orang super kaya di Korsel, sementara keluarga pendiri chaebol sering kali mempertahankan cengkeraman mereka melalui jaringan kompleks persilangan antar anak perusahaan.

Korsel berada di peringkat 57 dalam Indeks Pemberian Dunia terbaru Yayasan Bantuan Amal, dengan Jepang berada pada urutan 107 dan China di 126.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading