Geger 60% Produk Nestle tidak Sehat, Ini Penjelasan BPOM

Lifestyle - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
08 June 2021 14:20
FILE --- The Logo of food and drinks giant Nestle, is seen at its headquarter in Vevey, Switzerland, on February 22, 2007. During the first nine months of 2007, consolidated sales of the Nestle Group amounted to CHF 78.7 billion, an increase of +9% over the comparable period of 2006, as the company reported on Thursday, October 18, 2007. (KEYSTONE/Laurent Gillieron)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu sebuah dokumen menyebutkan kalau terdapat produk Nestle yang tidak sehat. Badan POM menjelaskan informasi itu tidak terkait dengan keamanan dan mutu pangan.

"Pemberitaan tersebut berkaitan dengan pencantuman kandungan gizi produk, khususnya kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) sebagai salah satu faktor risiko penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM) jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan," tulis BPOM dalam laman resminya dikutip Selasa (8/6/2021).

BPOM menuturkan informasi kandungan GGL adalah bagian dari pencantuman informasi nilai gizi atau ING. Ini berlaku wajib sesuai dengan Peraturan Badan POM Nomor 22 tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.

Sementara di global, pencantuman itu diatur melalui Codex Guidelines on Nutrition Labelling (CAC/GL 2-1985 direvisi pada 2017).

Pencantuman ING bisa dalam bentuk tabel. Selain itu juga label pangan juga bisa disertakan informasi mengenai panduan asupan gizi harian dan logo 'pilihan lebih sehat' untuk bagian utama label yang diterapkan secara sukarela.

Penerapan hal tersebut dan penggunaan perintang bintang setengah hingga lima dilakukan di dua negara, yaitu Australia dan juga New Zealand.



Menurut BPOM, lembaga itu telah melakukan proses evaluasi pada keamanan, mutu, gizi dan label. Termasuk mengenai pencantuman ING untuk memberikan Nomor Izin Edar atau NIE pada produk olahan.

"Badan POM telah melakukan proses evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi dan label termasuk pencantuman ING dalam memberikan Nomor Izin Edar (NIE) produk pangan olahan, termasuk produk Nestle yang beredar di Indonesia," kata BPOM.

BPOM juga memastikan produk yang beredar sesuai dengan persetujuan saat pendaftaran. Lembaga itu melakukan pengawasan keamanan, mutu dan label termasuk ING dengan sampling dan pengujian.

"Untuk memastikan konsistensi produk beredar sesuai dengan persetujuan saat pendaftaran, BPOM melakukan pengawasan keamanan, mutu, dan label termasuk ING melalui sampling dan pengujian," jelas BPOM.

Sebelumnya, dokumen internal Nestle terbuka ke publik dan diterima oleh Financial Times. Diketahui jika lebih dari 60% produknya dinilai tidak sehat.

Produk tersebut dinilai tidak bagus bagi tubuh apabila dikonsumsi terlalu banyak setiap hari. Selain itu, dokumen juga mengungkapkan hanya 37% produk makanan dan minuman Nestle mendapatkan bintang di atas 3,5 dari Australia Health Rating System.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading