Internasional

Astaga! Puluhan Orang Tewas Terinjak di Ziarah Kubur Israel

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 April 2021 10:31
Israeli security officials and rescuers carry a body of a victim who died during a Lag Ba'Omer celebrations at Mt. Meron in northern Israel, Friday, April 30, 2021. More than 100 people were injured, dozens critically, in a stampede at a Jewish religious gathering in northern Israel attended by tens of thousands of people, Israel's main rescue service said early Friday. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Acara ziarah makam yang dilakukan warga Yahudi Israel chaos. Puluhan orang peziarah dilaporkan tewas terinjak pada Kamis (29/4/2021) malam waktu setempat.

Ini terjadi ketika ratusan Yahudi ultra-Ortodoks datang ke makam Rabbi Shimon Bar Yochai di kota Meron. Mereka berkumpul untuk memperingati hari raya Lag BaOmer.


Melansir AFP, layanan penyelamatan Israel Magen David Adom menyebut puluhan orang juga terluka. Layanan darurat mengerahkan tenaga medis.

Enam helikopter diterjunkan untuk mengevakuasi yang terluka. Media Israel mempublikasikan gambar sederet mayat yang ditutupi kantong plastik di tanah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai bencana besar. Ia mengaku berdoa untuk yang terluka.

"Ini salah satu tragedi terburuk yang pernah saya alami ... Saya belum pernah melihat yang seperti ini sejak saya masuk ke bidang pengobatan darurat," kata Lazar Hyman dari layanan penyelamatan relawan United Hatzalah, yang berada di lokasi kejadian.

Yehuda Gottleib, salah satu responden pertama dari United Hatzalah, mengatakan dia melihat lusinan orang jatuh di atas satu sama lain. "Banyak dari mereka yang hancur dan pingsan," ujarnya.

Pemimpin oposisi Yair Lapid menyesalkan "bencana yang mengerikan" tersebut. Ia menggambarkannya sebagai malam yang "menyedihkan" bagi negara.

Melansir India Ahead News, ada 38 orang dinyatakan tewas. Sementara itu 100 orang dinyatakan luka-luka.



Israel telah sepenuhnya memvaksinasi lebih dari setengah dari 9,3 juta populasinya terhadap virus corona. Tetapi pembatasan pertemuan publik besar-besaran tetap diberlakukan untuk membendung penyebaran virus.

Tahun lalu lokasi itu sempat ditutup untuk peziarah karena Covid-19. Maka itu pada tahun ini sekitar 30 ribu massa, tiga kali lipat lebih banyak dari kapasitas, mencoba untuk membuka ritual itu kembali.

Ziarah Meron sendiri dihadiri oleh orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks. Mereka kadang-kadang menolak langkah-langkah kesehatan dan keselamatan wajib selama pandemi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading