Begadang, Merokok dan Deretan Aktivitas Pemicu Sakit

Lifestyle - Lynda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
27 April 2021 03:00
Ilustrasi sakit jantung akibat tersumbat pembuluh darah. (Istockphoto/wildpixel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sakit jantung merupakan kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Sakit jantung biasanya disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah jantung atau arteri koroner.

Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh penumpukan ateroma di dinding arteri. Ateroma terdiri dari kolesterol dan zat sisa hasil metabolisme tubuh.

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko sakit jantung, yakni merokok. Seperti diketahui, rokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung koroner.

Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok dapat membebani kerja jantung, dengan memacu jantung bekerja lebih cepat. Kedua senyawa tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah.

Kurang tidur juga sering dikaitkan dengan beberapa faktor pemicu penyakit jantung, seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, peradangan, dan obesitas. Perlu diingat bahwa tidur berperang penting dalam kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung.

Pola makan tidak sehat, stres dan mengonsumsi alkohol juga menyebabkan risiko penyakit jantung. Selain itu, kurangnya berolahaga juga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada jantung dan pembuluh darah.

Penumpukan lemak tersebut dapat masuk ke dalam ruang-ruang jantung dan bisa menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung atau gagal jantung.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading