Internasional

Mau ke Inggris, Cek Aturan Baru Perjalanan Internasionalnya!

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 April 2021 11:55
FILE PHOTO - A man talks on a mobile phone as people walk past the Bank of England, in London, Britain September 21, 2017. REUTERS/Mary Turner

Jakarta, CNBC IndonesiaInggris akan mengeluarkan aturan baru terkait perjalanan internasional. Karena masih hati-hati terkait penyebaran corona (Covid-19), kerajaan itu akan membuat sistem "lampu lalu lintas".

Dikutip AFP, dalam aturan itu, keberangkatan dan kedatangan akan diberi peringkat hijau, kuning atau merah sesuai risiko virus. Sebelumnya pemerintah mengumumkan membuka lagi perjalanan global, kemungkinan 17 Mei ini.


"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memungkinkan pembukaan kembali negara kami ... seaman mungkin," kata Perdana Menteri Boris Johnson, Senin (5/4/2021).

Sistem baru diyakini akan membantu memastikan vaksinasi di Inggris tidak terancam dan memberikan panduan yang jelas bagi para pelancong. Saat ini, Inggris telah memberikan lebih dari 31 juta dosis vaksin pertama dan lebih dari 5 juta dosis kedua.

Orang-orang yang menuju ke negara-negara "hijau" yang berisiko rendah hanya akan melakukan tes virus sebelum dan sesudah mereka bepergian. Lalu mereka yang pergi ke negara "kuning" atau "merah" harus mengisolasi diri atau karantina sesudahnya.

Saat ini orang yang tiba di Inggris dari luar negeri diharuskan mengisolasi diri selama 10 hari. Warga negara Inggris yang datang dari daftar negara "merah" dilarang melakukan karantina mahal di hotel yang disetujui pemerintah.

Sementara itu, London telah mengumumkan akan mengizinkan sejumlah orang untuk menghadiri acara publik. Pertandingan sepak bola dalam uji coba sistem sertifikasi virus.

Tetapi belum jelas apakah negeri itu akan mengeluarkan "paspor virus" untuk perjalanan internasional. Gagasan ini, didukung oleh banyak negara dan maskapai penerbangan tetapi ditentang oleh lebih dari 70 anggota parlemen Inggris.

Negara pulau di Eropa itu memiliki 4,36 juta kasus Covid-19 dengan 127 ribu kematian. Kasus melonjak karena mutasi baru B117.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading