Simak! 14 Jurus Perbanyakan Alokasia Pakai Setek Batang-Pucuk

Lifestyle - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
11 March 2021 17:50
tanaman alokasia. Dok: blibli.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Merawat tanaman hias menjadi salah satu hal digemari ketika masyarakat banyak beraktivitas di rumah. Salah satu jenis tanaman hias yang digemari adalah alokasia, sebuah tanaman yang perawatannya tergolong mudah.

Tanaman hias alokasia merupakan bagian dari keluarga Araceae. Banyak jenis yang bisa ditanam di rumah, seperti alokasia tengkorak, black velvet, silver, dan lain sebagainya.

Dikutip dari Hai Bunda, tanaman alokasia bisa sangat subur dan mudah diperbanyak tanpa biaya yang mahal. Berdasarkan buku 56 Alokasia Eksotis, budi daya tanaman hias alokasia memang sangat mengoda.

Tujuan utama dari perbanyakan tanaman alokasia ini adalah untuk memecah tanaman agar tak terlalu rimbun dan menghasilkan tanaman yang baru.

Caranya bisa dengan setek batang dan setek pucuk, pemisahan anakan, perbanyakan melalui umbi bakar, cacah umbi akar, dan perbanyakan melalui penyemaian biji. Langkah ini bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Di antara berbagai cara perbanyakan tanaman hias alokasia, setek batang menjadi favorit karena sangat mudah dan praktis. Waktu yang dibutuhkan hingga memunculkan daun di tanaman hias hanya sekitar 2-3 bulan.



Cara ini dilakukan dengan memotong batang tanaman hias alokasia yang telah memunculkan mata tunas. Tapi perlu diperhatikan pula media tanam yang digunakan.

Metode ini bisa diterapkan pada alokasia yang memunculkan batang di atas media tanam berupa campuran pasir, sekam bakar, dan pakis (1:1:1). Bersamaan ini juga dapat dilakukan setek pucuk.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memperbanyak alokasia:

1. Siapkan induk tanaman hias alokasia yang batangnya sudah berukuran panjang. Mata tunas pun sudah tampak pada batang.
2. Potong batang dengan alat tajam dan steril, seperti pisau atau cutter. Usahakan dalam satu irisan hanya terdapat satu mata tunas saja.
3. Potong pula batang bawah berukuran 3-5 cm.
4. Olesi luka tanaman hias pada batang atas dan bawah dengan fungsisida, misalnya Dithane M45, Antrakol, atau kapur.
5. Diamkan hasil setekan selama 1-2 hari hingga getah mengering.
6. Siapkan pot berdiameter 15 cm untuk menanam potongan batang.
7. Masukkan media tanam untuk menanam potongan batang. Media yang digunakan bisa berupa campuran pasir, sekam bakar, dan pakis (1:1:1).
8. Tanam setiap bagian ruas pada media. Ingat, bagian atas batang jangan terbalik saat penanaman. Letakkan tanaman hias baru di tempat teduh. Siram secara kontinu dengan air sumur setelah luka benar-benar kering. Hindari setekan dari percikan air hujan yang asam.
9. Pucuk tanaman hias yang telah disetek juga bisa ditanam dan menghasilkan individu baru. Siapkan pot berdiameter 32 cm.
10. Masukkan media tanam hingga penuh. Media tanam yang digunakan sama dengan media untuk menanam potongan batang.
11. Buat lubang di media tanam untuk menanam, lalu masukkan pucuk batang alokasia di tengah-tengah pot. Tujuannya agar tanaman hias dan pot terlihat proporsional.
12. Tambahkan media tanam hingga mendekati bibir pot, kemudian tekan hingga batang tanaman hias tidak goyah.
13. Siram dengan air bersih secukupnya. Kemudian, tempatkan di ruang teduh misalnya teras sehingga proses adaptasi berjalan dengan baik.
14. Setelah sekira 2 bulan, batang bawah akan memunculkan anakan. Nah, anakan ini pun bisa digunakan sebagai bahan perbanyakan melalui pemisahan anakan.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading