Internasional

Bantu Warga Gaza, Perusahaan Ini Buat Air Minum dari Udara

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
05 January 2021 15:46
Palestinians break their fast by eating the Iftar meals during the holy month of Ramadan, near the rubble of a building recently destroyed by Israeli air strikes, in Gaza City May 18, 2019. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Jakarta, CNBC Indonesia - Jalur Gaza, Palestina, sudah sejak lama kekurangan air. Namun sebuah proyek khusus kini tengah dilakukan guna membantu warga wilayah tersebut mendapatkan air bersih.

Proyek itu milik miliarder Rusia-Israel tersebut, akan membuat air minum langsung dari udara. Melalui perusahannya Watergen, Michael Mirilashvili telah mengembangkan generator air atmosferik yang dapat menghasilkan 5.000 hingga 6.000 liter (sekitar 1.300 hingga 1.500 galon) air minum per hari, tergantung kelembapan udara.


Menurut seorang insinyur lokal dari kelompok masyarakat sipil Palestina Damour, Fathi Sheikh Khalil, ia akan mengoperasikan salah satu mesin di Gaza. Pasalnya perusahan Isarel tak dapat langsung bekerja di area tersebut karena sejumlah alasan.

"Ini sebuah permulaan," katanya dikutip dari AFP, Selasa (5/1/2021). Walau masih jauh dari total permintaan dua juta warga yang tinggal, setidaknya ini bisa meringankan kesulitan di wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, kehidupan di Gaza sangatlah sulit. Masyarakat tak hanya mengalami kesulitan ekonomi, tapi juga kekurangan listrik dan menghadapi krisis air yang makin buruk dari tahun ke tahun.

Akuifer yang digunakan secara berlebihan telah terdegradasi oleh intrusi air asin dan terkontaminasi oleh polutan. Ini membuat sebagian besar air yang tersedia di sana menjadi asin dan berbahaya untuk diminum sehingga memaksa impor air kemasan.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan rusaknya kualitas air tersebut dengan kasus diare. Peningkatan kasus penderita batu ginjal juga naik karena konsumsi air di bawah standar.

Watergen sendiri terletak di Tel Aviv, 80 kilometer utara Gaza. Mirilashvili membeli Watergen setelah pindah ke Israel pada tahun 2009, dan perusahaan tersebut telah mengekspor mesinnya ke lebih dari 80 negara.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading