Warga Jabodetabek Kini Lebih Suka Belanja Online, Kalau Kamu?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 October 2020 16:13
Cover Headline, E-Commerce

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak hal, termasuk gaya berbelanja dari yang semula dilakukan secara langsung atau fisik, namun kini mulai beralih melalui digital.

Kendati demikian, kombinasi antara online dan offline masih diminati oleh masyarakat. Hal itu berdasarkan hasil survei cepat yang dilakukan MarkPlus, Inc. pada 104 responden di seluruh Indonesia dengan kelompok usia mayoritas 25-45 tahun.

Hasil survei menunjukkan bahwa setidaknya 44,1% responden di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencari dan membeli produk secara online. Meski begitu, 66,3% responden mengaku mengalami kendala karena tidak bisa memastikan kualitas produk yang dibeli.


Sedangkan 37,1% masyarakat non-Jabodetabek mencari produk secara online dan membelinya secara konvensional.

"Sebanyak 44% masyarakat Jabodetabek mencari dan membeli produk secara online. Sedangkan 66,3% responden mengaku mengalami kendala karena tidak bisa memastikan kualitas produk yang dibeli," kata Head of High Tech, Property & Consumer Good Industry MarkPlus Inc Rhesa Dwi Prabowo dalam acara 'The 2nd MarkPlus Industry Round Table: Retail Industry Sector' pada Jumat (16/10/2020).

Hasil survei juga menyajikan perbedaan kelompok barang yang dibeli secara online dan offline. Di toko konvensional, 78,8% responden membeli kebutuhan pokok, 71,2% bahan makanan segar, dan 69,2% makanan dalam kemasan.

Sebaliknya, pada channel online barang yang paling banyak dibeli adalah produk mode sebesar 53,4% oleh responden non Jabodetabek usia di bawah 34 tahun, produk kesehatan oleh 49% responden Jabodetabek berusia di atas 34 tahun, dan 47,1% responden berusia di bawah 34 tahun memilih membeli produk kecantikan via online.

"Kategori produk yang dibeli secara online bukanlah produk yang urgent, hanya kebutuhan tersier. Sedangkan produk yang life cycle-nya lebih pendek masih dibeli secara offline," tambah Rhesa.

Usia di bawah 34 tahun lebih sering mengunjungi mall dibandingkan usia di atasnya dengan frekuensi satu sampai tiga kali per bulan. 42,9% responden non Jabodetabek mengaku perlu memastikan kualitas fisik barang yang ingin dibeli dan 50% responden Jabodetabek mengunjungi mal untuk mencari hiburan.

Selain mengunjungi mal di masa pandemi, masyarakat memiliki alternatif channel berbelanja online dan offline. 84,2% responden Jabodetabek lebih menyukai berbelanja di e-commerce.

Sedangkan 65,7% responden non Jabodetabek lebih memilih berbelanja di convenience store. Hal ini perlu menjadi perhatian para pemain retail agar bisa memadukan toko fisik dan toko daring dengan tepat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belanja Yuk, Transmart Lagi Diskon Gila-Gilaan


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading