Fakta Hagia Sophia, dari Museum hingga Jadi Masjid

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
24 July 2020 14:28
FILE-In this Saturday, April 25, 2020 file photo, an aerial view of the Byzantine-era Hagia Sophia, one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul.Turkey's Council of State on Friday, July 10, 2020, threw its weight behind a petition brought by a religious group and annulled a 1934 cabinet decision that changed the 6th century building into a museum. The ruling allows the government to restore the Hagia Sophia's previous status as a mosque.The decision was in line with the Turkish President's Recep Tayyip Erdogan's calls to turn the hugely symbolic world heritage site into a mosque despite widespread international criticism, including from the United States and Orthodox Christian leaders. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Hagia Sophia kembali mencuat. Dicabutnya fungsi bangunan ini dari museum menjadi masjid mengundang sejumlah polemik.

Warisan UNESCO itu menjadi masjid setelah pengadilan menganulir keputusan Bapak Turki Modern Ataturk di tahun 1934. Perubahan status sebelumnya, masjid menjadi museum, disebut ilegal.

Meski mendapat kecaman, termasuk dari Amerika Serikat (AS) dan Yunani, Presiden Turki Recep Tayip Erdogan tetap tak bergeming. Hari ini, Jumat (24/7/2020), Hagia Sophia resmi dipakai kembali untuk ibadah warga muslim.




Salat jumat dilakukan pertama kalinya sejak 86 tahun di bangunan berusia 1.500 tahun ini. Lalu bagaimana sejarah awalnya?

Berikut fakta-fakta soal Hagia Sophia, sebagaimana dirangkum dari Reuters:

Dua Keyakinan

Hagia Sophia memiliki arti kebijaksanaan ilahi, dalam bahasa Yunani. Bangunan ini didirikan tahun 537 oleh Kaisar Bizantium Justinian.

Awalnya ia adalah pusat Kekristenan Ortodoks. Selama berabad-abad, ia difungsikan sebagai gereja.

A view of the Byzantine-era Hagia Sophia, an UNESCO World Heritage site and one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul, Friday, July 10, 2020. Turkey's highest administrative court issued a ruling Friday that paves the way for the government to convert Hagia Sophia - a former cathedral-turned-mosque that now serves as a museum - back into a Muslim house of worship. The Council of State threw its weight behind a petition brought by a religious group and annulled a 1934 cabinet decision that changed the 6th century building into a museum. (AP Photo/Emrah Gurel)Foto: AP/Emrah Gurel
A view of the Byzantine-era Hagia Sophia, an UNESCO World Heritage site and one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul, Friday, July 10, 2020. Turkey's highest administrative court issued a ruling Friday that paves the way for the government to convert Hagia Sophia - a former cathedral-turned-mosque that now serves as a museum - back into a Muslim house of worship. The Council of State threw its weight behind a petition brought by a religious group and annulled a 1934 cabinet decision that changed the 6th century building into a museum. (AP Photo/Emrah Gurel)



Hagia Sophia berada di bawah kendali Bizantium hingga pasukin Muslim Sultan Ottoman merebut kota Konstantinpel. Raja kesultanan saat itu, Mehmet II, merubahnya menjadi mesjid.

Kesultanan Ottoman membangun empat menara yang kemudian menutupi ikon kristen Hagia Sophia. Bangunan ini pun diberi kaligrafi Arab.

Menjadi Mesjid Kembali

Permintaan agar Hagia Sophia kembali menjadi masjid terjadi 15 tahun terakhir. Jalur resmi yakni ke pengadilan dilakukan.

Argumen perubahan kembali menjadi mesjid dilakukan dengan dalil tanda tangan yang palsu Ataturk. Ini didasarkan pada ketidaksesuaian tanda tangan pemimpin Turki tersebut kala itu.

Gayung bersambut. Erdogan yang dikenal taat beragama mendukung kampanye tersebut. Ini juga yang menjadi dasar ia memenangkan pemilihan.

Reaksi

Meski mendapat dukunga warga Turki, sejumlah suara menolak perubahan ini. Tokoh Kristen Ortodoks Patriark Ekumenis Bartholomew mengatakan mengubah status Hagia Sophia akan memecah dunia Timur dan Barat.

Yunani, negara yang dikenal memiliki banyak penganut Ortodoks dan berbatasan langsung dengan Turki, menyebut hal ini menyinggung perasaan.

"Pilihan ini adalah menyinggung semua orang yang juga mengakui monumen itu sebagai Situs Warisan Dunia," kata Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis.

AS, yang merupakan sekutu Turki, juga mengatakan kecewa. Namun, Paman Sam berharap Hagia Sophia masih tetap bisa diakses oleh semua pihak.

People visit the Byzantine-era Hagia Sophia, one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul on Thursday, June 25, 2020. The 6th-century building is now at the center of a heated debate between conservative groups who want it to be reconverted into a mosque and those who believe the World Heritage site should remain a museum. (AP Photo/Emrah Gurel)Foto: Turki, Hagia Sofia. AP/Emrah Gurel
People visit the Byzantine-era Hagia Sophia, one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul on Thursday, June 25, 2020. The 6th-century building is now at the center of a heated debate between conservative groups who want it to be reconverted into a mosque and those who believe the World Heritage site should remain a museum. (AP Photo/Emrah Gurel)




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading