Victoria's Secret Tutup 250 Gerai Akibat Corona

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
26 May 2020 19:34
FILE FOTO : Seorang pelanggan melewati L Brands Inc., toko ritel Victoria's Secret di Manhattan, New York, AS, 13 Mei 2016. (REUTERS / Brendan McDermid)
Jakarta, CNBC Indonesia - Victoria's Secret mengumumkan rencana untuk menutup permanen 250 gerainya di Amerika Serikat dan Kanada pada tahun ini.

Rencana penutupan ini diumumkan oleh perusahaan induk merek pakaian dalam tersebut di laporan kuartal pertama perusahaan. Victoria's Secret tercatat memiliki 849 gerai di Amerika, sebagian memang sudah tidak beroperasi sejak pandemi melanda negeri Abang Sam. 
.

Berita tentang penutupan toko ini datang beberapa pekan setelah perusahaan induknya, L Brands, mengonfirmasi kesepakatan untuk menjual saham mayoritas perusahaan kepada perusahaan ekuitas swasta Sycamore Partners telah gagal.  


Analis sebelumnya memprediksi Sycamore bisa jadi kunci perubahan bisnis di Victoria's Secret dan memperbaiki posisi merek ini di kancah kompetisi global. Mengingat bisnis perusahaan yang setahun sekali menggelar pagelaran busana intim ini sudah lesu selama beberapa tahun terakhir.



Sycamore Partners mundur dari kesepakatan pada April lalu, karena kecewa Victoria's Secret menutup gerai, mengurangi inventaris perusahaan, dan tidak membayar sewa sejak pandemi berlangsung. Ini merupakan pelanggaran fatal dalam kesepakatan bisnis kedua belah pihak.

Mengenai hal ini, Victoria's Secret juga membenarkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kesepakatan.


Perusahaan itu mengatakan akan berdiri dengan tujuannya untuk memutar merek Victoria's Secret yang terdiri dari Victoria's Secret Lingerie, Victoria's Secret Beauty, dan Pink untuk menjadikannya sebagai perusahaan independen.




[Gambas:Video CNBC]




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading