China Buka Lockdown 8 April, Tas Hermes Langsung Laku Keras!

Lifestyle - Thea Fathanah, CNBC Indonesia
21 April 2020 20:17
FILE PHOTO: The Hermes sign is pictured outside theshop in Bordeaux, France, November 28, 2017. REUTERS/Regis Duvignau/File Photo                      GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Guangzhou, CNBC Indonesia - Jenama tas mewah asal Prancis, Herm├Ęs, menghasilkan cuan 19 juta renminbi (setara US$ 2,7 juta atau Rp 42,1 miliar) dalam sehari via salah satu toko di kota Guangzhou, China.

Menurut sebuah laporan oleh Women's Wear Daily yang mengutip beberapa sumber, toko itu langsung menjual sejumlah tas langka, termasuk Himalaya Birkin yang bertabur berlian sesaat setelah China membuka lockdown.

Tak ayal, masyarakat kelas atas dari seluruh provinsi Guangdong berdatangan ke toko tersebut pada Sabtu (18/4/2020) kemarin. Selain tas, masyarakat juga membeli barang-barang lain seperti sepatu dan produk-produk berbahan kulit.


Penghitungan penjualan dalam satu hari mencapai Rp 42,1 miliar, sesuai dengan WWD atau angka tertinggi untuk satu butik di China, seperti yang dikutip dari Business Insider Singapura, Selasa (21/4/2020).

Jumlah yang besar mengindikasikan bahwa konsumen China, termasuk pembelanjaan barang-barang mewah, siap untuk mulai berbelanja lagi setelah adanya lockdown terkait virus corona baru penyebab Covid-19.

Foto: Ilustrasi Tas Hermes (AP Photo/Carolyn Kaster)

Sejak awal Februari, provinsi Guangdong, yang bertetangga dengan Hong Kong, sudah diberlakukan lockdown. Guangdong menjadi wilayah kedua setelah provinsi Hubei yang memiliki 1.532 kasus terjangkit dan delapan kasus kematian yang dikonfirmasi akibat Covid-19.

Lockdown di Wuhan, China, secara resmi berakhir pada 8 April. Moda transportasi kota telah memulai kembali operasional.

Namun masyarakat dan para pelancong masih terlihat mengenakan alat pelindung termasuk masker wajah, kaca mata, dan bahkan baju pelindung seluruh tubuh selama di luar lapangan.

China kini berada di posisi kesembilan dengan kasus terjangkit Covid-19 terbanyak secara global. Menurut data Worldometers per Selasa (21/4/2020), China memiliki 82.758 kasus terjangkit, 4.632 kasus kematian, dan 77.123 kasus sembuh.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading