Tak Perlu Panik ke RS, Simak Gejala Terjangkit Covid-19

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 March 2020 13:02
Tak Perlu Panik ke RS, Simak Gejala Terjangkit Covid-19
Jakarta, CNBC Indonesia - Angka kasus terjangkit COVID-19 atau virus corona yang makin tinggi membuat masyarakat khawatir dan panik. Tak sedikit dari mereka yang merasa harus mengecek kesehatan ke rumah sakit.

Namun sebelum memeriksakan diri, ada baiknya mengetahui gejala-gejala yang menunjukkan adanya virus corona di dalam tubuh. Gejalanya, mulai dari demam, sesak napas, flu, hingga pneumonia.

Berdasarkan penelitian Pusat Pengendalian Penyakit di China, sekitar 80 persen kasus virus corona dianggap ringan, 15 persen kasus parah, dan 5 persen lainnya kritis. Hal ini ditunjukkan lewat gejala yang timbul tiap harinya.



Dikutip dari Business Insider, berikut ini beberapa gejala virus corona yang berkembang dari hari ke hari.

Hari Pertama
Pasien mulai demam, kelelahan, nyeri otot, batuk kering dan kemungkinan kecil potensi terjadi diare serta mual, yang sudah terjadi satu dua hari sebelumnya.

Hari ke-5
Pasien mulai alami kesulitan pernapasan, terutama untuk mereka yang memiliki riwayat kondisi kesehatan yang memburuk sebelumnya.

Hari ke-7 dan ke-8
Jika gejala belum berakhir, maka ini waktunya pasien terkena kasus harus mulai masuk perawatan rumah sakit. Di periode ini, terutama untuk pasien yang alami kasus parah (15% dari kasus) akan mengalami gangguan pernapasan akut karena paru-paru mulai dipenuhi oleh cairan.

Hari ke-10
Jika gejala makin parah dan tidak ada progres penyembuhan, pasien akan masuk ke ruang ICU sebab akan alami turunnya nafsu makan dan sakit di bagian abdominal. Tingkat kasus bukan lagi ringan, namun berat dengan rerata tingkat kematian sampai saat ini di kisaran 2%

Hari ke-17
Secara umum, pasien akan mulai menunjukkan tanda penyembuhan setelah 2,5 pekan mendapat perawatan intensif.


[Gambas:Video CNBC]



Berdasarkan data Worldometers pada Sabtu (21/3/2020) pukul 10:00 WIB, hingga kini penyakit COVID-19 sudah menjangkit 185 negara dan teritorial, dengan jumlah 275.953 kasus terjangkit, dan kematian sebesar 11.399 kasus. Namun angka yang berhasil sembuh sebesar 91.912 kasus.

Sedangkan di Indonesia, hingga kini ada 389 kasus terjangkit, 32 kasus kematian, dan 17 kasus berhasil sembuh. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading