Internasional

Heboh! 50 Selebritas K-Pop Diduga Jemaat Gereja Pusat Corona

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 March 2020 17:37
Artis-artis ini diduga jemaat dari Gereja Yesus Shincheonji, episentrum corona di Daegu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Semenjak virus meluas di Korea Selatan, para warganet telah melakukan perburuan terkait Gereja Yesus Shincheonji di Korea Selatan. Banyak yang menduga, sekte Shinceonji disebut sebagai aktor utama melonjaknya kasus virus corona di Korea Selatan.

Menurut laporan, seorang perempuan berusia 61 tahun mendapat sorotan karena dianggap sebagai penyebab mewabahnya virus corona di Korea Selatan. Dalam hitungan hari ia menularkan virus yang menyerang saluran pernapasan ini ke ratusan orang di Daegu, kota sebelah selatan Seoul.




Bahkan hal itu menyebabkan jumlah infeksi semakin melonjak. Tidak hanya itu, dikabarkan juga ada 50 selebriti Korea Selatan yang menjadi pengikut Gereja Shincheonji tersebut.

Korea Selatan saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di luar Tiongkok. Ini memiliki total 5.766 kasus virus corona dan 35 kematian, dengan lebih dari 4.300 kasus dikonfirmasi berasal dari Daegu.

Meskipun adanya permintaan maaf oleh pendiri sekte agama Gereja Yesus Shincheonji, Lee Man-hee, namun kemarahan orang-orang terhadap sekte itu tidak berkurang.

Selain itu, sejumlah aktor juga dikatakan merupakan penganut gereja ini. Mereka diantaranya aktor terkenal Lee Byung-hun dan Won Bin, aktris Lee Min-jung, Lee Na-young, penyanyi Gummy dan Ivy.

Sebagai tanggapan, para selebriti itu telah merilis pernyataan melalui agensi mereka masing-masing untuk menyangkal hubungan mereka dengan sekte Kristen, dan menyebut tuduhan rumor itu tidak benar.

Dilaporkan bahwa pembawa acara komedian Yoo Jae-suk menjadi topik pencarian yang sedang tren, sehingga agensinya FNC Entertainment merilis pernyataan untuk membantah klaim bahwa ia terhubung dengan Gereja Yesus Shincheonji.

Untuk lebih melindungi para artis, agensi mereka juga mengatakan mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap klaim ini dan tindakan keras terhadap mereka yang menyebarkan desas-desus ini. Mereka mendesak netizen untuk tidak mengadili dan mengabadikan informasi palsu.


[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading