Internasional

Skandal Sheikh Dubai: Ancam Istri & Culik Anak Sendiri

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 March 2020 17:28
Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab, yang juga Emir dari Monarki Absolut Dubai, Sheikh Mohammad bin Rasyid al-Maktoum terkena skandal.
Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat dunia tengah pusing dengan corona, Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab, yang juga Emir dari Monarki Absolut Dubai, Sheikh Mohammad bin Rasyid al-Maktoum justru terkena skandal.

Ia justru bermasalah dengan Pengadilan Inggris atas tuduhan yang dilayangkan mantan istrinya, Putri Haya Bin Al-Hussain. Sebagaimana dikutip BBC dari publikasi pengadilan Inggris melalui Fact Finding Judgement (FFJ) atau Putusan Pencari Fakta, ia mengatakan kehidupannya dengan sang penguasa adalah mimpi buruk.




"Haya yang terbang dari Dubai setahun lalu, dengan dua anaknya mengatakan ke temannya, dia hidup dalam ketakutan," tulis media Inggris itu, Jumat (6/3/2020). Pengadilan kini memutuskan bahwa sang Sheikh Dubai melakukan penculikan dan pengancaman pada istrinya.

Dalam sebuah pernyataan Sheikh Mohammad bin Rasyid al-Maktoum menolak semua tuduhan setelah kasus terkuak di publik. Namun pengadilan menilai ia tidak terbuka dan jujur di pengadilan.

Atas keputusan ini, sang penguasa Dubai menyayangkan hasil ini. "Sebagai kepala pemerintah, saya tak bisa berpartisipasi dalam proses pencarian fakta ... FFJ hanya dari satu cerita saja," tegasnya.

Ia pun mengatakan kasus ini adalah hal pribadi. "Saya berharap media menghormati privasi anak saya dan jangan menganggu hidup mereka di Inggris," katanya.

Sheikh Dubai berumur 70 tahun. Ia adalah triliuner yang berkuasa di Dubai hingga 32 tahun, sejak 1958.

Ia menikah dengan Haya, putri dari Raja Hussein dari Yordania tahun 2004. Ia jadi istri keenam sang penguasa dan istri termuda. Mereka memiliki dua anak, tujuh dan 11 tahun.

Di 2019, Haya pergi meninggalkan Dubai dan pergi ke Inggris, dengan kedua anaknya. Ia mengatakan Sheikh Dubai mengancam dengan perkataan "Kamu dan anakmu tidak akan pernah selamat di Inggris" dan membuat puisi berjudul "Kau pergi, Kau mati".



Penculikan Anak

Selain pengancaman Sheikh Mohammad juga dikatakan bertanggung jawab atas penculikan dua putrinya dari pernikahan lain. Yani Shamsa dan Latifa.

Shamsa mencoba pergi dari Dubai tahun 2000. Sedangkan Latifa tahun 2002 dan 2018. Bahkan anaknya pernah dipenjara oleh sang Sheikh.



[Gambas:Video CNBC]








(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading