Internasional

Ini Bukti Ketimpangan si Kaya & si Miskin Dunia Makin Besar!

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar & Linda Hasibuan & Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 January 2020 17:12
Ini Bukti Ketimpangan si Kaya & si Miskin Dunia Makin Besar!
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketimpangan kekayaan antara si miskin dan si kaya masih ketara di dunia modern saat ini.

Bahkan dari penelitian sebuah lembaga amal internasional Oxfam, jika miliaran penduduk bumi digabungkan, jumlah harta yang mereka miliki masih akan lebih sedikit dari para crazy rich yang jumlahnya cuma ribuan.


Harta 2.153 miliarder di dunia masih menang jauh dibandingkan kekayaan gabungan dari 4,6 miliar orang di dunia. Karenanya Oxfam meminta pemerintahan dunia menerapkan kebijakan baru guna mengurangi fakta ini.


"Jika semua orang kaya duduk di atas harta mereka menumpuk dalam tagihan US$ 100, sebagian besar umat manusia akan duduk di lantai. Orang kelas menengah di negara kaya akan duduk di puncak kursi. Dua pria terkaya di dunia akan duduk di luar angkasa," tulis penelitian berjudul Time to Care' sebagaimana dikutip dari CNBC International.

Oxfam pun mendesak para pembuat kebijakan untuk meningkatkan pajak orang kaya dunia. Kenaikan sebesar 0,5% saja, dianggap akan efektif untuk mengurangi ketidaksetaraan kekayaan.


Peningkatan 0,5% dalam pajak orang kaya akan menghasilkan dana yang cukup untuk menciptakan 117 juta pekerjaan di sektor-sektor seperti pendidikan dan kesehatan.

Saran lain yang dibuat oleh Oxfam guna membantu mengurangi ketidaksetaraan. Termasuk berinvestasi dalam sistem perawatan nasional, menantang seksisme, memperkenalkan undang-undang untuk melindungi hak pengasuh, dan mengakhiri kekayaan ekstrem.

"Kekayaan ekstrem adalah tanda sistem ekonomi yang gagal," kata laporan itu.

"Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk secara radikal mengurangi kesenjangan antara orang kaya dan masyarakat lainnya dan memprioritaskan kesejahteraan semua warga negara atas pertumbuhan dan keuntungan yang tidak berkelanjutan."

Seruan untuk perombakan pajak memperkuat pesan amal sebelum KTT WEF digelar di Davos. Oxfam mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif pajak bagi perusahaan dan masyarakat terkaya untuk mengurangi kesenjangan kekayaan.

Sebelumnya di awal tahun 2020, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Kristalina Georgieva meminta para pembuat kebijakan untuk memikirkan kembali sistem pajak mereka. Termasuk mempertimbangkan 'pajak progresif' yang akan meningkatkan pungutan pada orang-orang terkaya di masyarakat untuk mengatasi ketidaksetaraan kekayaan.

Bahkan calon presiden Demokrat, Elizabeth Warren dalam kampanyenya berjanji untuk menerapkan pajak kekayaan di Amerika Serikat jika terpilih nanti.


[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading