Berharta Rp 522 T, Ini Sumbangsih Hartono Bersaudara ke RI!

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 December 2019 15:17
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono kembali dinobatkan oleh Majalah Forbes Indonesia sebagai orang terkaya Indonesia per Desember 2019.

Keduanya ditaksir memiliki kekayaan sekitar US$ 37,3 miliar atau sekitar Rp 522,20 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).


Nilai kekayaan ini bertambah dari nilai yang dihitung Forbes sebelumnya yakni US$ 37,1 miliar, menjadikan Hartono bersaudara berada di posisi teratas selama 11 tahun berturut-turut sebagai orang terkaya di Indonesia.



Selain dinobatkan menjadi orang terkaya di Indonesia, keduanya juga memberikan sumbangsih untuk tiga cabang olahraga di Indonesia. Apa saja?




Bulu tangkis (Badminton)

Didorong kecintaan CEO PT Djarum Robert Budi Hartono pada bulu tangkis, serta tingginya kegemaran karyawan dalam bermain dan melatih pada olahraga yang sama menjadi alasan terbentuknya Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) di Kudus yang diresmikan pada 1969 silam.

Selama 50 tahun berdiri, PB Djarum sudah menelurkan atlet berbakat hingga kini. Sederet atlet PB Djarum telah mengukir prestasi di ajang internasional, diantaranya ada Alan Budikusuma, Antonius Budi Ariantho, Ivana Lie, Liem Swie King, Minarti Timur, Rudy Gunawan, Yuliani Santosa, Yuni Kartika, dan masih banyak lagi.

Namun belum lama ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut PB Djarum melakukan eksploitasi anak. Hal ini menjadi alasan bagi PB Djarum untuk menghentikan audisi pencarian pebulutangkis belia berbakat mulai tahun 2020.

Sebelumnya, KPAI meminta untuk tidak menampilkan logo Djarum di kegiatan audisi serta mengganti nama kegiatan. PB Djarum menyanggupi, dengan mengganti nama "Djarum" menjadi "Audisi Umum" dan juga tidak menampilkan logo Djarum. Akan tetapi, KPAI mengalihkan permintaan menjadi penghentian kegiatan PB Djarum.

Michael Bambang Hartono menanggapi hal ini ketika ditemui oleh CNBC Indonesia. "Nah itu, yaudahlah susah. Mereka tidak sejalan dengan cara berpikir kami. Aneh. Udah gak bisa diajak ngomong. Yaudah saya kembalikan saja kepada mereka untuk membina. Tapi giliran digituin, mereka kalang kabut, berantakan," ujarnya.

"Itu kasihan orang tuanya yang mengharapkan anaknya menjadi pemain yang menghasilkan bagi keluarganya dari segi keuangan dan mengharumkan nama bangsa kita. Itu malah disalahkan. Kalau itu yang dikehendaki, ya udah saya balikin," lanjutnya.




Selanjutnya: Hartono Masih Jadi Atlet Bridge dan Lirik Sepakbola RI!

[Gambas:Video CNBC]

Emas di Bridge dan Latih Atlet Bola ke Italia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading