Intip Pujian Dian Sastro yang Suka dengan Pidato Nadiem

Lifestyle - Wangi Sinintya, CNBC Indonesia
24 November 2019 18:15
Demikian dituliskan Dian di akun Twitter resminya @therealDiSastr
Jakarta, CNBC Indonesia - Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019 menuai pujian dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari kalangan selebritas Tanah Air.


Terbaru, pujian itu dilayangkan oleh artis Dian Sastrowardoyo. Melalui akun Twitter resminya @therealDiSastr yang dikutip CNBC Indonesia, Minggu (24/11/2019), Dian melontarkan apresiasi terhadap pidato Nadiem.

"Suka sekali dengan pidato yang dibuat. Sangat jelas visi dan pemahaman Nadiem tentang kondisi guru di Indonesia. #HariGuruNasional #MerdekaBelajar," tulis Dian.


Dian Sastro Suka Sekali dengan Pidato Nadiem Soal GuruFoto: Dok Twitter @therealDiSastr


Sekadar gambaran, dalam pidato itu, Nadiem sempat meminta maaf lantaran pidato yang akan disampaikan di depan para guru tidak seperti para pendahulunya.

"Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," ujar Nadiem.

"Saya tidak akan membuat janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," lanjut pendiri Gojek tersebut.

Berikut adalah pidato lengkap Nadiem Makarim:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.



Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
* Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
* Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
* Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
* Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
* Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Ragam Bisnis Franka Franklin: Dari Perhiasan Hingga Keuangan


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading