Internasional

Iklan Uniqlo Picu Kembali Ketegangan Jepang-Korsel

Lifestyle - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
22 October 2019 15:56
Iklan Uniqlo Picu Kembali Ketegangan Jepang-Korsel
Jakarta, CNBC Indonesia- Iklan yang ditayangkan Uniqlo, perusahaan pakaian kasual asal Jepang, memperkeruh suasana antara Jepang dan Korea Selatan. Pasalnya iklan yang menggunakan bahasa Inggris tersebut diartikan berbeda dalam terjemahan di Korsel.

Dalam iklan yang berdurasi 30 detik itu, terdapat dialog antara seorang nenek berusia 98 tahun berprofesi sebagai kolektor fesyen, dengan seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang merupakan perancang busana.


Lalu gadis remaja itu bertanya pada si nenek, tentang bagaimana ia berpakaian ketika muda dulu.
Meski dalam bahasa Inggris nenek tersebut mengatakan "Oh Tuhan, aku tidak bisa mengingat hal tersebut" terjemahan di Korsel ditulis dengan arti yang lain.


Dalam video yang dipublikasikan di negara itu, kalimat itu ditulis "Oh tidak, bagaimana mungkin saya ingat kejadian lebih dari 80 tahun lalu". Inilah yang menimbulkan kotroversi di negeri ginseng.

Terjemahan itu dikaitkan warga Korsel dengan luka lama saat Perang Dunia II. Di mana banyak wanita Korsel dijadikan jugun ianfu alias budak seks tentara Jepang.

Aksi boikot Uniqlo kembali menyeruak di Korsel. Bukan hanya itu, iklan itu-pun diparodikan mahasiswa Korsel serayan menuntut permintaan maaf atas video iklan tersebut.

Hal ini akhirnya membuat, Uniqlo, yang dimiliki oleh Fast Retailing Co Ltd Jepang, menarik iklan tersebut. "Tidak ada niat untuk mengaitkan masalah wanita penghibur atau sengketa Korea Selatan-Jepang," kata seorang pejabat Uniqlo di Seoul, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (22/10/2019).

Terjemahan itu, yang dilakukan di Korsel, dimaksudkan untuk membantu menyampaikan pesan dari iklan. Sayangnya, ia menolak untuk mengidentifikasi siapa yang telah melakukan terjemahannya.

Sebelumnya, hubungan antara kedua negara telah turun ke level terendah dalam beberapa dasawarsa setelah keputusan pengadilan tinggi Korsel di 2018, yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada para pekerja paksa pada masa perang.


Hal ini membuat Jepang berang. Pada Juli, Jepang pun membalas Korsel dengan memperketat kontrol pada ekspor tiga bahan pembuat chip utama ke Korea Selatan, mendorong boikot produk Jepang secara luas, mulai dari bir hingga pena.

Sebelunya, Uniqlo mengalami penurunan penjualan di Korsel. Ketegangan kedua negara berimbas pada toko ritel ini.

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading