Curhat Maudy Ayunda: Deg-degan Mau Kuliah di Stanford

Lifestyle - Lynda Hasibuan , CNBC Indonesia
12 August 2019 17:11
Curhat Maudy Ayunda: Deg-degan Mau Kuliah di Stanford Foto: Maudy Ayunda (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)
Jakarta, CNBC Indonesia - Cantik, muda, dan berprestasi inilah kata-kata yang tepat untuk Maudy Ayunda. Ya, wanita berusia 24 tahun ini tidak hanya moncer di panggung hiburan tapi untuk urusan pendidikan dia juga tidak boleh disepelekan.

Siapa sangka, Maudy kini menjadi salah satu anak muda yang menginspirasi para kaum milenial. Meski karir nya sedang gemilang, Maudy pun membuktikan kalau kesibukkan tak menghalangi mimpinya untuk mengeyam pendidikan tinggi. 

Curhat Maudy Ayunda: Deg-degan Mau Kuliah di Stanford Foto: Maudy Ayunda (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)





Ini terbukti setelah lulus dari Harvard University, kini Maudy pun tengah bersiap melanjutkan S2 nya di Stanford. Pelantun Perahu Kertas ini akan mengambil jurusan Bisnis dan Pendidikan.

"Ya September ini akan lanjut S2 di Standford, berat dan excited juga. Sebulan ini banyak sekali kerjaan yang numpuk dan harus dikerjakan sebelum aku pergi," kata Maudy saat acara press confrence The Color Run 2019 di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dia melanjutkan bahwa alasannya mengambil pendidikan karena sejak kecil dia sangat menyukai atmosfer di dalam kelas dan senang dengan aktivitas belajar mengajar. Sehingga dia pun sempat bercita-cita menjadi guru. 

Kendati memiliki jalur yang berbeda dengan guru bukan berarti menghentikan langkahnya untuk bisa berbagi ilmu pengetahuan. Dengan pilihan karirnya yang sekarang, impiannya berbagi inspirasi dan ilmu tetap bisa dilakukan dan wujudkan.

"Dengan aku yang sekarang (public figure) sebenarnya  cita-cita tetap tercapai dengan cara yang lain, kaya aku diberi kesempatan untuk memberikan apa yang aku punya sebagai speaker," papar dia.

Curhat Maudy Ayunda: Deg-degan Mau Kuliah di Stanford Foto: Maudy Ayunda (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)


Siap berkontribusi buat Indonesia
Akan menjalani pendidikan selama 2 tahun di Amerika Serikat bukanlah hal mudah baginya. Persaingan dan kesempatan yang dia genggam tentu menjadi sebuah pecutan.

Selalu di elu-elukan sebagai sosok inspiratif untuk kalangan milenial, Maudy pun juga merasa memiliki tanggung jawab dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. 

"Yang pasti senang ya dijadikan panutan apalagi banyak (milenial) yang memaparkan kecintaannya mereka terhadap belajar. 
Kalau bangga aku belum sempat ke titik itu karena ini aku pikir adalah kesempatan yang diberikan ke aku jadi harus memaksimalkan," ungkapnya.

Dia pun berharap bahwa membaca dan belajar bisa menjadi budaya untuk kaum milenial. Sehingga nantinya akan banyak kaum muda yang berprestasi dan kelak berkontribusi untuk Indonesia. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading